LombokPost - Mantan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi angkat bicara terkait pernikahan anak atau merarik kodeq yang belakangan viral di Lombok Tengah hingga kancah nasional.
TGB HM Zainul Majdi sendiri menamatkan pendidikannya S1, S2, dan S3 di Universitas Al-Azhar Mesir.
Pernikahan anak atau merarik kodeq menurut TGB HM Zainul Majdi adalah sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari akun FB miliknya.
Pertama-tama dijelaskan TGB HM Zainul Majdi dalam adat Sasak ada dua proses menuju pernikahan : belakok (diminta baik-baik) dan tepelaik (dibawa lari).
"Yang kedua ini sering disebut merarik (kawin lari)," jelas TGB HM Zainul Majdi terkait peristiwa tersebut.
Pintu kedua ini menurut TGB HM Zainul Majdi banyak disalahgunakan sehingga menimbulkan mudarat yang luar biasa dalam beragam aspek.
Misalnya lanjut TGB HM Zainul Majdi pendidikan, sosial dan ekonomi. Bahkan sampai eksploitasi anak-anak.
Karena itu lanjut TGB HM Zainul Majdi, sesuai kaidah agama :
لا ضرر و لا ضرار
"Tidak boleh memudaratkan diri sendiri dan orang lain".
"Sudah saatnya kita semua di Lombok, khususnya para tokoh adat dan tokoh agama menyatakan : pintu kedua itu ditutup. Hanya ada satu jalan menuju proses pernikahan yaitu : belakok / minta baik-baik," tegas TGB HM Zainul Majdi.
Insya Allah menurut TGB HM Zainul Majdi cara itu jauh lebih berkah. Penjelasan lengkap mengenai jabaran TGB HM Zainul Majdi dapat dilihat pada video unggahan di akun FB miliknya. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic