Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Epicentrum Mall vs Mataram Mall, Keduanya Harus Tetap Ada

Prihadi Zoldic • Minggu, 8 Juni 2025 | 07:32 WIB
RAMAI: Para pengunjung Lombok Epicentrum Mall (LEM) yang tengah menikmati aneka makanan di spot kuliner lantai dua, Selasa (25/3).
RAMAI: Para pengunjung Lombok Epicentrum Mall (LEM) yang tengah menikmati aneka makanan di spot kuliner lantai dua, Selasa (25/3).

 

LombokPost - Lombok Epicentrum Mall (LEM) dan Mataram Mall bak dua saudara yang beda jauh nasibnya. 

Baik Lombok Epicentrum Mall (LEM) dan Mataram Mall sama-sama berada di Mataram, pusat ibu kota NTB. Tempat uang, orang, dan barang lebih banyak berputar. 

Namun, saat Lombok Epicentrum Mall (LEM) semakin berkibar, Mataram Mall yang lebih dulu eksis justru meredup seolah ditinggalkan pasarnya. 

Padahal, semakin banyak mall, semakin banyak pula pilihan untuk masyarakat. Semakin banyak mall, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak mall menjamin tak adanya monopoli, sehingga pembeli tentu diuntungkan. 

Mataram Mall perlu tetap eksis dan terus tumbuh seperti halnya Lombok Epicentrum Mall (LEM). 

Berikut beberapa cara untuk menyelamatkan mall yang sepi dan hampir bangkrut, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Analisis pasar.

Pihak Mataram Mall perlu melakukan analisis pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen saat ini. 

2. Perbarui konsep dan desain.

Perbarui konsep dan desain mall untuk membuatnya lebih menarik dan modern dengan menambahkan fitur-fitur yang unik dan menarik, seperti ruang terbuka hijau atau area bermain anak.

3.Tarik tenant yang populer.

Tenant yang populer dan memiliki brand yang kuat dapat meningkatkan daya tarik mall. 

4. Promosi dan event.

Hal ini penting untuk meningkatkan kunjungan dan penjualan. Contohnya, festival musik, pameran, atau diskon besar-besaran.

5. Manfaatkan teknologi. 

Manfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman berbelanja, seperti aplikasi mobile atau sistem pembayaran digital.

6. Kerja sama dengan pemerintah daerah.

Kerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas di sekitar mall, termasuk agar mau berkegiatan di Mall, atau memindahkan beberapa pelayanan publik yang dimungkinkan pindah ke mall.

7. Fleksibilitas.

Jadilah fleksibel dan siap untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan konsumen.

IKON IBU KOTA: Komisi 2 DPRD Kota Mataram saat memantau langsung kondisi Mataram Mall ditemani Direktur PT PCF Putu Thedy Surya Diputra (kanan) yang kini sepi, Kamis (24/4).
IKON IBU KOTA: Komisi 2 DPRD Kota Mataram saat memantau langsung kondisi Mataram Mall ditemani Direktur PT PCF Putu Thedy Surya Diputra (kanan) yang kini sepi, Kamis (24/4).

8. Promosi media massa. 

Media massa memegang peranan penting untuk membentuk image sebuah brand, tak terkecuali pusat perbelanjaan. Meski sudah memiliki akun medsos sendiri yang rutin berpromosi ria, promosi melalui media massa yang dipercaya masyarakat tetap diperlukan. (yuk/r6) 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#mall #mataram mall #Lombok Epicentrum Mall #Mataram