LombokPost - Suro, penggagas klub motor custom Bani Liar mengutarakan, motor costum bukan sekadar gaya. Ada jiwa yang disimpan di dalamnya.
Menyimpan cerita sekaligus karakter penunggangnya.
Alasan itu pula yang membuat setiap motor custom, tidak selalu cocok dipakai untuk semua orang.
Pria berambut gondrong ini menjelaskan ia bisa membuat sendiri motor custom.
Bahkan tidak sedikit orang yang memesan hasil karyanya.
Meskipun sudah tidak aktif dalam pembuatan motor custom, namun kecintaannya pada motor custom masih kian besar.
“Ada empat tema besar motor custom. Chopper, Japstyle alias Japanese Style, Café Racer, dan klasik. Suro bisa membuat semuanya. Hanya saja, sejauh ini di Kandang Babi Liar, dia lebih banyak membuat motor custom jenis Chopper,” jelasnya.
Suro mengatakan, motor custom tidak selalu identik antara satu dengan yang lainnya.
Ada ciri khas. Disesuaikan dengan karakter pemiliknya. Terutama untuk motor custom jenis Chopper.
Biasanya, pasien, begitu Suro menyebut orang-orang yang memakai jasanya, akan menyebut satu dari empat tema besar motor custom.
Dari sana, Suro mengembangkan ide.
Membentuk motor custom sesuai dengan karakter pemiliknya.
“Kita lihat juga kepribadiannya. Apakah kalem, sangar, atau gimana. Kalau tampilannya berwibawa, ban saya kasih besar. Supaya di jalan terlihat gagah,” jelas Suro. (van/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam