MATARAM – Ratusan sepeda motor pegawai PT Ekosistem Digital Nusantara (EDN), vendor beberapa perusahaan Pinjaman Online (Pinjol) yang berkantor di Mataram Mall, kini mendominasi area parkir luar di depan pelataran toko.
Kondisi ini menjadi sorotan utama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram karena menyebabkan kerugian bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keresahan bagi pemilik toko serta juru parkir setempat.
Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Mataram, Lalu Muhammad Sopandi, mengungkapkan bahwa para juru parkir (jukir) sering kali menjadi sasaran protes akibat membludaknya kendaraan tersebut.
"Saking banyaknya karyawan pinjol, jukir yang diprotes. Karena banyaknya kendaraan tersebut," jelas Sopandi.
Permasalahan semakin rumit karena karyawan PT EDN mulai bekerja sejak pagi hari, bahkan sebelum jukir tiba, dan baru pulang pada malam hari.
"Kalau jukir kan kapan toko buka, di situ datangnya," ucap Sopandi.
Ia menambahkan, retribusi parkir yang hanya Rp1.000 per kendaraan tentu tidak sebanding dengan durasi parkir hingga 12 jam.
Area sepanjang hampir 200 meter di depan deretan toko Mataram Mall kini didominasi oleh ratusan motor pribadi pegawai pinjol.
"Kalau seperti ini, jukir bisa kewalahan karena retribusi hanya seribu sedangkan jukir mengamankan selama 12 jam," imbuhnya.
Sopandi menegaskan bahwa manajemen Mataram Mall harus mengambil langkah tegas untuk mengarahkan kendaraan karyawan pinjol agar parkir di area dalam gedung.
"Sekiranya pinjol ini, Mataram Mall bagaimana pun caranya membawa kendaraan ini untuk parkir di area parkir dalam," tegasnya.
Menurut Sopandi, jika kendaraan parkir di dalam, hal itu menjadi tanggung jawab manajemen Mataram Mall, yang juga dapat menerapkan tarif progresif.
Bahkan, bagi karyawan yang berlangganan, bisa diberikan potongan harga.
"Misalnya sebulan Rp50 ribu, bisa jadi Rp25 ribu yang penting parkir di dalam. Itu yang disepakati dengan manajemen agar pegawai tidak merasa berat parkir di dalam," terang Sopandi.
Kondisi ini mengancam target PAD dari sektor retribusi parkir dan kenyamanan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Editor : Prihadi Zoldic