Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Berharap Jalan Amblas di Bertais Segera Ditangani

Sanchia Vaneka • Rabu, 9 Juli 2025 | 20:51 WIB
Photo
Photo


LombokPost – Akses jalan vital yang menghubungkan Perumahan Mahkota Bertais dengan jalan utama Bertais Sandubaya amblas  akibat hantaman banjir pada Minggu, 6 Juli lalu.

Kejadian ini tak hanya membuat ratusan warga Perumahan Mahkota Bertais terisolir, tetapi juga melumpuhkan aktivitas para petani yang menggarap ratusan hektar lahan di belakang perumahan tersebut.

Warga setempat sangat berharap pemerintah segera bertindak.

"Kami berharap pemerintah bisa segera hadir dalam membantu perbaikan akses jalan amblas ini agar ratusan warga di Perumahan Mahkota Bertais tidak terisolir terlalu lama,” kata Bendahara Lingkungan Perumahan Mahkota Bertais Bayu Septiana. 

Bayu menjelaskan bahwa jalan penghubung yang amblas memiliki lebar sekitar 8 meter dengan panjang 10 meter. Kondisi ini diperparah dengan adanya longsoran baru yang terus terjadi.

“Kalau tidak segera ditangani khawatirnya gerusan makin meluas,” cetusnya.

Amblasnya jalan ini, yang melintasi anak Sungai Ancar, serta ambruknya tembok perumahan, turut memperparah luapan banjir ke pemukiman warga Pengempel.

Oleh karena itu, selain perbaikan jalan, warga juga mendesak pemerintah untuk melakukan normalisasi anak Sungai Ancar agar fungsinya kembali optimal.

“Pemerintah bisa saja melakukan normalisasi kembali anak sungai ini karena kondisinya sudah menyempit dan dangkal,” tambah Bayu.

Senada dengan Bayu, Mazwar Hamdy, Ketua RT Lingkungan Perumahan Mahkota Bertais, juga mendesak pemerintah untuk mempercepat perbaikan jalan.

"Sudah dua hari ini warga kesulitan dalam mengakses jalan ini. Mudah-mudahan pemerintah bisa mempercepat perbaikannya karena ini akses jalan utama bagi ratusan warga yang ada di sini,” harap Mazwar.

 Baca Juga: Lombok dan Sejumlah Daerah Alami Hujan Ekstrem Sejak 5 Juli, BMKG Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor

Jalan yang amblas ini bukan hanya dilalui oleh warga perumahan, tetapi juga menjadi jalur utama bagi para petani yang menggarap ratusan hektar lahan di belakang Perumahan Mahkota Bertais.

Mazwar menjelaskan, alat berat pertanian biasanya mengakses jalan ini.

Meski pun ada jalan desa lain, sifatnya terbatas untuk kendaraan roda dua karena sempit dan mengharuskan memutar jauh ke arah Gegelang, Gontoran, atau Narmada.

Lebih lanjut, Mazwar menjelaskan bahwa Perumahan Mahkota Bertais dibangun oleh PT Mahkota Cipta Indonesia (MCI).

Berdasarkan koordinasinya dengan pihak PT MCI, aset jalan tersebut sebenarnya sudah diserahkan kepada Dinas Perkim Kota Mataram, meskipun dokumen penyerahan masih dalam pencarian.

“Namun setahu saya, dulu pihak PT MCI, Dinas Perkim dan pihak Kecamatan serta Kelurahan juga sudah ada peristiwa penyerahan aset ini ke pihak Pemerintah Kota,” imbuhnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, memastikan dampak banjir terhadap infrastruktur jalan di Kota Mataram tidak signifikan.

Menurutnya, tidak ada ruas jalan utama yang terputus atau mengalami kerusakan berarti akibat terjangan banjir.

"Kalaupun ada jalan yang terputus di Gerimax, itu milik perumahan, bukan jalan umum," jelasnya. (r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#Banjir Mataram #Mahkota bertais