Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Digerebek BNN NTB, Kabur, Bandar Sabu Sekotong Tewas Ditembak

Hamdani Wathoni • Kamis, 10 Juli 2025 | 10:18 WIB
TEWAS: W, 32 tahun, terduga bandar sabu asal Sekotong, Lombok Barat meninggal dunia usai tertembak aparat BNNP NTB saat pengejaran.
TEWAS: W, 32 tahun, terduga bandar sabu asal Sekotong, Lombok Barat meninggal dunia usai tertembak aparat BNNP NTB saat pengejaran.

LombokPost – Upaya penangkapan terhadap W, 32 tahun, terduga bandar sabu asal Sekotong, Lombok Barat, berujung maut. Pria yang dikenal sebagai residivis kasus penganiayaan dan pencurian itu ditemukan tewas setelah sempat kabur dari kejaran petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Insiden penangkapan berlangsung dramatis pada Selasa (8/7) sekitar pukul 15.30 Wita. Tim BNNP yang mendapat informasi dari warga soal aktivitas mencurigakan di rumah W langsung melakukan penggerebekan. Di lokasi, petugas mendapati W tengah bertransaksi dengan seorang pembeli berinisial S.

"Dari informasi yang kami terima, rumah tersangka ini memang sudah lama dijadikan tempat jual beli sabu dan sangat meresahkan warga," kata Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP NTB Kombes Pol Gede Suyasa, Rabu (9/7).

Saat digerebek, W dan S sempat melarikan diri ke arah belakang rumah. Petugas melepaskan tiga kali tembakan peringatan, namun keduanya tetap kabur. Dalam upaya pelumpuhan, petugas diduga menembak ke arah kaki W. Namun, W justru melompat melewati pagar rumah dan menghilang.

Petugas hanya berhasil mengamankan S di lokasi. W sempat dinyatakan hilang jejak, hingga sekitar satu jam kemudian muncul laporan dari warga bahwa pria tersebut bersembunyi di kamar mandi salah satu rumah yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi awal penggerebekan.

"Begitu dapat info, kami langsung ke lokasi. Tersangka ditemukan dalam kondisi tersungkur. Kami langsung bawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan medis,” jelas Gede.

Sayangnya, nyawa W tak tertolong. Meski sempat mendapat tindakan penyelamatan dari tim medis, ia dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian. Diduga, luka tembak di bagian pinggang menjadi penyebab kematian.

"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi lengkap. Hanya dilakukan pemeriksaan luar dan pengambilan proyektil dari tubuh korban," terang Gede.

Pemeriksaan forensik menunjukkan adanya luka tembak di pinggang, memar di kepala dan hidung, serta goresan di paha hingga betis yang diduga akibat lompat pagar saat melarikan diri. Dari lokasi penangkapan, petugas menyita tiga poket sabu seberat total 12 gram, alat isap, timbangan digital, serta uang tunai Rp 2.040.000.

Saat ini, S diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut di kantor BNNP NTB. Kasus ini menjadi sorotan karena kembali mengungkap peredaran sabu di wilayah pesisir Sekotong yang belakangan kerap dijadikan basis jaringan narkotika.

Petugas memastikan akan terus menyisir titik-titik rawan peredaran barang haram di wilayah tersebut. ***

Editor : Jelo Sangaji
#tewas #Sabu #BNNP NTB #Sekotong #Bandar