Bukan hanya gagal juara usai dibekuk Paris Saint-Germain dengan skor telak 0-4, Real Madrid juga harus merelakan kepergian legenda hidup mereka, Luka Modric, tanpa perpisahan manis.
Luka Modric, pemain ikonik Real Madrid, resmi memainkan laga terakhirnya bersama Los Blancos dalam kekalahan tersebut.
Masuk di menit ke-65 menggantikan Jude Bellingham, Luka Modric tidak mampu mengubah situasi meski telah berjuang keras.
Selama 13 tahun membela Real Madrid sejak 2012, Luka Modric tampil dalam 597 pertandingan, mencetak 43 gol dan 95 assist. Gelandang berusia 39 tahun itu mempersembahkan 28 trofi, termasuk enam gelar Liga Champions, serta satu Ballon d’Or pada 2018.
Kini, Luka Modric dipastikan melanjutkan karier bersama AC Milan untuk musim 2025–2026.
“Kami tidak sabar menantinya bergabung bersama kami pada Agustus nanti. Dia salah satu pemain luar biasa di panggung sepak bola,” ujar allenatore AC Milan Massimiliano Allegri, dalam laman resmi klub.
Bagi Real Madrid, kekalahan ini bukan hanya soal gagal juara Piala Dunia Antarklub. Los Blancos juga kehilangan potensi pemasukan besar senilai EUR 81 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun yang hanya akan diberikan kepada juara.
Real Madrid harus puas menerima EUR 74 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun sebagai semifinalis.
Tak hanya itu, Luka Modric dan rekan-rekan di Real Madrid juga kehilangan kesempatan meraih bonus pemain senilai EUR 1 juta atau setara Rp 19 miliar.
Jumlah ini jauh lebih besar dibanding bonus yang diterima saat menjuarai Piala Super Eropa pada Agustus tahun lalu, yakni EUR 120 ribu (Rp 2,3 miliar), atau Piala Interkontinental di Qatar yang “hanya” EUR 150 ribu (Rp 2,8 miliar).
Akhir karier Luka Modric di Real Madrid benar-benar pahit. Real Madrid gagal juara Piala Dunia Antarklub dan kehilangan potensi pendapatan triliunan rupiah, sementara sang maestro Luka Modric meninggalkan klub dengan kenangan manis sekaligus duka. (ren/dns)
Editor : Marthadi