Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekjen Gerindra Turun ke Sungai Penyebab Banjir: Musim Kemarau tapi Hujan Deras!

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:12 WIB
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani melihat langsung proses pengerukan sungai menggunakan alat berat.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani melihat langsung proses pengerukan sungai menggunakan alat berat.

LombokPost – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra yang juga Ketua MPR RI Ahmad Muzani, melakukan kunjungan lapangan ke salah satu lokasi terdampak banjir di Lingkungan Majeluk, Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, Sabtu (12/7). Ia meninjau langsung proses pengerukan sungai yang diduga menjadi salah satu penyebab utama banjir yang meluap ke pemukiman warga pada awal Juli lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Muzani tidak sendiri. Ia didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua DPD Partai Gerindra NTB Lalu Pathul Bahri, serta Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rachman, bersama jajaran pengurus partai.

Sesaat setelah tiba di lokasi, Muzani dan rombongan langsung mengamati alat berat yang sedang bekerja mengeruk sedimentasi sungai. Aliran air yang sempit dan dangkal disebut menjadi pemicu luapan air saat hujan deras turun secara mendadak beberapa hari sebelumnya.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai meninjau sungai penyebab banjir di Majeluk, Sabtu (12/7/2025)
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai meninjau sungai penyebab banjir di Majeluk, Sabtu (12/7/2025)

Muzani tampak berdiri di pinggir sungai, memperhatikan setiap proses pengerukan dengan serius. Sesekali ia bertukar pandang dan berbicara dengan Gubernur Iqbal serta para pimpinan Gerindra NTB. Di sela itu, ia juga menyempatkan diri menyapa warga sekitar, termasuk anak-anak yang tampak antusias menyambut kedatangannya.

Dalam sambutan informalnya kepada warga, Muzani mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Ini adalah musim pancaroba. Kalau menurut kalendar cuaca, harusnya ini musim kemarau. Musim kemarau itu artinya musim di mana hujan langka bahkan panas. Tapi yang terjadi sekarang ini, di musim kemarau ini, hujan meningkat,” kata Muzani.

Ia menekankan, meskipun berada di musim kemarau, risiko bencana seperti banjir tetap harus diwaspadai oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai.

“Karena itu, kewaspadaan kita di musim ini harus tetap waspada. Karena bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu. Terutama ibu dan bapak yang tinggal di bantaran sungai. Karena itu memohon dengan hormat ibu dan bapak untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena itu untuk menjaga kelestarian lingkungan kita, menjaga alam kita, menjaga sungai kita,” pesannya, yang langsung disambut dengan teriakan setuju dari warga yang hadir.

Muzani kemudian menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan terkait banjir yang terjadi di Majeluk pada Minggu, 6 Juli 2025.

“Musibah terjadi tiba-tiba di kampung kita,” ucapnya.

“Betul!” sahut warga.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menyampaikan salam hormat dari Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Atas musibah ini, Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Bapak Prabowo yang juga Presiden Republik Indonesia menyampaikan salam hormat untuk masyarakat lingkungan Majeluk, Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram,” katanya.

Ia mengatakan bahwa presiden mengikuti dengan seksama atas semua musibah yang menimpa. "Tapi beliau memohon maaf dengan hormat karena beliau tidak bisa datang langsung karena hari ini masih dalam lawatan luar negeri. Beliau meminta kami untuk datang menemui bapak dan ibu, menyampaikan salam hormat, dan menitipkan sedikit bantuan,” ucapnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #Pathul Bahri #Prabowo Subianto #Gubernur NTB #Ahmad Muzani #Gerindra kota mataram #Abd Rachman #Banjir #Gerindra NTB #Gerindra #Lalu Muhamad Iqbal #sungai meluap