LombokPost - Partai Gerindra kembali turun ke lapangan mengecek langsung kondisi warga terdampak banjir bandang yang melanda Kota Mataram. Kali ini, Ketua DPD Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rachman, memimpin langsung kunjungan ke Lingkungan Pandansalas, salah satu titik yang mengalami kerusakan infrastruktur cukup parah.
Di lokasi tersebut, tim Gerindra menemukan dua jembatan penting yang menghubungkan warga Pandansalas dengan Lingkungan Sindu —masing-masing jembatan besar dan kecil—telah rusak dan hanyut diterjang derasnya arus sungai pada peristiwa banjir 6 Juli lalu.
“Ini jembatan penghubung vital, bukan hanya untuk aktivitas harian warga, tapi juga digunakan untuk prosesi pemakaman ke kompleks penguburan,” kata Rachman di lokasi, Senin (14/7).
Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Rachman, berjanji akan segera memanggil Dinas PUPR Kota Mataram untuk meminta penjelasan resmi terkait kerusakan dua jembatan tersebut. “Kita akan minta klarifikasi, ini bukan soal siapa salah, tapi bagaimana ke depan jembatan ini bisa dibangun lebih kokoh dan tidak lagi menjadi korban musibah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti, salah satu jembatan tersebut merupakan proyek baru yang dibangun melalui dana aspirasi DPRD, dan belum genap berusia lima tahun. “Sayangnya, belum lama dipakai, sudah rusak dihantam banjir. Ini harus jadi bahan evaluasi. Banjir yang terjadi benar-benar dahsyat,” tegasnya.
Fraksi Gerindra berkomitmen mengawal proses pemulihan dan pembangunan ulang infrastruktur di wilayah terdampak, khususnya jembatan di Pandan Salas. “Banjir memang musibah, tapi jangan sampai warga jadi korban dua kali karena lambatnya penanganan infrastruktur. Kami akan kawal ini sampai tuntas,” tegasnya.
Sekretaris lingkungan Pandan Salas Yadi di lokasi, menyampaikan masyarakat setempat sangat bergantung pada dua jembatan tersebut, terutama dalam kegiatan ekonomi dan sosial sehari-hari. “Kalau tidak ada jembatan ini, warga kami harus memutar sangat jauh. Belum lagi kalau ada warga meninggal, jembatan ini jadi akses utama menuju pemakaman,” jelasnya.
Ia berharap Pemkot segera bertindak cepat mengembalikan fungsi jembatan tersebut karena masyarakat kini sangat kesulitan dalam mobilitas harian. Dari pantauan lapangan, dua jembatan yang hanyut itu berada dalam satu jalur.
Salah satunya merupakan jembatan lama yang sebelumnya sudah diminta untuk diganti dan satu lagi merupakan jembatan baru yang dibangun untuk menggantikan fungsi sebelumnya. Namun keduanya kini rusak dan tidak bisa lagi digunakan.
Ketua Tim Tanggap Darurat Lingkungan Pandan Salas Ayatullah Khomaeni mengatakan, kerusakan jembatan itu telah dikoordinasikan pada pemerintah. Namun sampai hari ini masih menunggu tindak lanjut kebijakan Pemkot untuk menanganinya.
“Jembatan ini menghubungkan dua kawasan padat penduduk lingkungan antara Pandan Salas dengan Sindu,” terangnya.
Ia menjelaskan meski ad Asus jembatan namun yang vital adalah jembatan terbaru. “Itu yang diharapkan warga bisa segera ditangani,” ucapnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin