LombokPost - Rencana pembangunan kantor Wali Kota Mataram di Jalan Gajah Mada, Jempong, memasuki babak baru.
Proses pembebasan lahan seluas 6-7 are di depan lokasi proyek kini fokus pada tahap penilaian aset atau apraisal untuk dua bangunan, yaitu toko ponsel Atlantis dan sebuah lapak pedagang buah.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mataram M. Ramayoga, menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan toko Atlantis menjadi prioritas utama.
"Iya, ini sedang kita apraisal yang Atlantis," kata Ramayoga.
Menurutnya, kepemilikan lahan toko elektronik tersebut sudah jelas, sehingga prosesnya bisa berjalan lebih cepat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan kini proses apraisal sudah dimulai. "Kami prioritaskan Atlantis dulu karena sudah klir siapa pemiliknya," tambahnya.
Setelah nilai apraisal lahan Atlantis keluar, pemerintah kota dapat menganggarkan dana tersebut dalam APBD murni 2026. Anggaran ini berada di luar dana Rp58 miliar yang telah disiapkan untuk pembangunan fisik kantor wali kota.
"Tergantung nilai tanahnya berapa, nanti baru dapat dianggarkan," terang Ramayoga.
Berbeda dengan toko Atlantis, pembebasan lahan lapak pedagang buah yang bersebelahan menghadapi tantangan lebih besar. Lahan tersebut diketahui milik dr. Mawardi, mantan Direktur RSUD NTB yang dilaporkan hilang sejak 2016. Status kepemilikan dan ahli waris yang belum jelas membuat pemerintah kota harus bertindak hati-hati.
"Prosesnya perlu kehati-hatian karena terkait status dan sebagainya," ujar Ramayoga.
Meskipun pihak keluarga dr. Mawardi telah menyerahkan beberapa berkas terkait ahli waris, Ramayoga menegaskan bahwa berkas tersebut masih perlu diteliti kembali secara mendalam. Kejelasan status kepemilikan adalah syarat mutlak sebelum proses jual beli dapat dilakukan.
"Mengenai itu, perlu dicermati kembali karena ini berkaitan dengan jual beli harus benar-benar klir," tegasnya.
Dengan penekanan pada kata kunci seperti Kantor Wali Kota Mataram, pembebasan lahan, apraisal, dan Toko Atlantis, berita ini dioptimalkan agar mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google. Struktur yang jelas dan ringkas juga meningkatkan kemudahan pembacaan.
Editor : Jelo Sangaji