Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usaha Salon Kecantikan Semakin Menjamur, Pesta Rias di Bulan Merdeka

Lombok Post Online • Senin, 18 Agustus 2025 | 18:23 WIB

 

RIAS: Siti Rohmin pemilik salon di Lotim saat merias slah satu anak yang akan melakukan karnaval Agustusan, Jumat (15/8).
RIAS: Siti Rohmin pemilik salon di Lotim saat merias slah satu anak yang akan melakukan karnaval Agustusan, Jumat (15/8).
 

LombokPost - Di Lombok Timur peringatan HUT RI selalu meriah. Beragam kegiatan digelar oleh pemerintah daerah. Mulai dari pawai alegoris hingga berbagai lomba seperti gerak jalan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga umum.

Sehingga Agustus bukan hanya sebagai bulan memperingati hari kemerdekaan RI. Namun menjadi bulan berkah dan ditunggu-tunggu oleh pelaku usaha. Salah satunya usaha salon sekaligus penyewaan pakaian adat dan kostum untuk lomba pawai alegoris.     

Siti Rohmin, pemilik Vidia Salon mengatakan, Agustus merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pemilik salon rias. Sebab sejak awal Agustus mereka akan banjir orderan. Bahkan selama bulan Agustus jadwal rias cukup padat.

“Hampir setiap hari tidak pernah kosong untuk merias anak-anak yang ikuti lomba Agustusan, seperti pawai, gerak jalan dan lomba lainnya,” bebernya.

Kata dia, puncak tingginya kunjungan ialah ketika pawai peringatan HUT RI di tingkat kecamatan sudah mulai dilakukan. Hampir setiap hari kunjungan di selalu padat. Bahkan dia kadang merasa kewalahan untuk melayani pengunjung.

Jika lomba Agustus sudah dimulai, ia biasanya libur untuk menerima rias pengantin atau acara adat, seperti merias pengiring saat nyongkolan. Bahkan setiap Agustus, dia libur menyewakan baju dan menerima panggilan rias pengantin. Namun ia hanya fokus pada rias peserta lomba karnaval Agustusan.

“Biasanya kita akan saling undang antara salon yang satu dengan yang lain. Misalnya saya di Kecamatan Sakra belum mulai, sementara di kecamatan lain sudah mulai, saya akan diundang ke sana, pun sebaliknya,” ujarnya.

Selama bulan Agustus, terutama sejak tanggal 10 sampai 30, kunjungan akan meningkat drastis dibandingkan dengan hari-hari biasa. Pada hari-hari biasa kunjungan hanya berkisar antara 6-10 orang bahkan kurang. Namun selama bulan Agustus kunjungan mencapai 30-35 orang per hari.

Tidak jarang ia juga dikontrak oleh satu sekolah. Selain merias, ia juga menyewakan berbagi baju adat dan profesi. Untuk rias, yang paling banyak dilayani ialah anak-anak TK-SMP. Sementara siswa SMA lebih memilih untuk make-up sendiri.

“Kalau SMA mereka hanya kadang sewa baju, karena kalu make-up mereka lakukan sendiri. Karena mereka banyak yang bisa, kadang lihat-lihat di TikTok dan Instagram tutorialnya,” katanya.

Selama bulan Agustus, baik pakaian adat dan profesi miliknya selalu habis disewakan. Bahkan baju-baju yang sama sekali tidak pernah tersentuh saat bulan-bulan lain semuanya habis disewa.

Semua baju adat yang ada di Indonesia dimiliki dan bisa dirias. Namun pada beberapa tahun terakhir ini, karnaval menggunakan baju adat luar Lombok sudah tidak dibolehkan.

“Kalau tahun lalu semua adat Kita rias, mau Jawa Bali, Papua dan lainnya. Tapi sekarang cuman adat Lombok saja,” katanya.

Meskipun jadwal tetap full, namun pendapatan sedikit berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena saat ini usaha salon kecantikan semakin menjamur.

Terlebih saat ini anak-anak SMA bisa berias sendiri bahkan memiliki alat lengkap. Termasuk pelarangan menggunakan baju adat lain juga sangat berpengaruh terhadap penghasilan.

“Kalau sudah bulan Agustus biasanya harga penyewaan pakaian akan naik, tapi kalau saya tetap menggunakan harga hari biasa. Untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Walaupun sedikit keuntungan terpenting lancar,” katanya.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Untuk sewa baju masing-masing profesi dan make-up berbeda-beda. Baju dan make-up biasnya Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu. Jika sewa baju saja harganya akan lebih murah. Selama bulan Agustus penghasilan yang didapat berkisar antara Rp 15-16 juta. Sementara hari-hari biasa penghasilan hanya Rp 6 juta per bulan bahkan kurang.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan Agustus penghasilan kami bisa tembus Rp 20 juta lebih,” katanya.

Salah seorang konsumen Mustiani menyampaikan bahwa dirinya sempat merasa kewalahan untuk menyewa pakaian adat.  Karena beberapa salon yang didatangi sudah full boking.

“Ada tiga salon yang sudah saya datangi semuanya sudah full booking, H-2 acara saya sudah keliling cari, tapi saya dapat pagi sebelum acara berlangsung,” katanya.

Kata dia, dari beberapa salon yang didatangi rata-rata sewa baju adat dan make-up meningkat. Hanya salon Vidia yang masih menerapkan harga hari biasa.

Editor : Siti Aeny Maryam
#rias #banjir orderan #hut ri #Lombok Timur #salon