Lombok Post - Pernikahan dini menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Plt Camat Sekarbela, Cahya Samudera, mengungkapkan bahwa stunting sering kali terjadi pada anak yang lahir dari orang tua di bawah umur.
Selain itu, faktor lingkungan seperti sanitasi yang buruk dan kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan juga turut berperan dalam peningkatan kasus stunting.
Cahya Samudera menjelaskan bahwa angka kasus stunting di wilayahnya mengalami fluktuasi, di mana sempat menurun namun kini kembali naik. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.
"Angka stunting ini fluktuatif. Beberapa waktu lalu memang pernah turun, dan sekarang kembali naik. Memang butuh pengawasan, tidak hanya dari pemerintah tapi juga dari masyarakat,” kata Cahya.
Pemerintah Kecamatan Sekarbela terus berupaya menekan angka stunting dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melakukan pendekatan dari pintu ke pintu atau door-to-door untuk mengajak warga agar rajin mendatangi posyandu. Posyandu dinilai sebagai instrumen penting bagi pemerintah untuk memantau dan mengevaluasi tingkat kesehatan masyarakat.
"Kami melalui kader-kader juga tetap mendorong agar masyarakat tidak malas membawa anak ke posyandu," jelas Cahya.
Selain itu, bantuan berupa makanan tambahan, seperti telur dan susu, secara berkala disalurkan oleh Dinas Kesehatan (Dikes) kepada warga yang memenuhi syarat. Cahya memastikan bahwa tidak ada kendala berarti dalam pendistribusian bantuan tersebut.
Kecamatan Sekarbela merupakan wilayah yang cukup luas dengan lima kelurahan. Dari kelima kelurahan tersebut, Kelurahan Jempong tercatat memiliki jumlah penduduk paling padat, yaitu lebih dari 2.000 jiwa, dan angka stunting tertinggi.
Cahya juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait kebiasaan higienis.
"Kita mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan sungai untuk mandi dan buang air besar,” pesannya.
Editor : Redaksi Lombok Post