Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Angin Kencang di Mataram Tumbangkan Pohon Trembesi, Dinas LH Akui Batang Pohon Rapuh

Sanchia Vaneka • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:18 WIB
Pohon tumbang di kecamatan ampenan jumat 29 agustus kemarin sore
Pohon tumbang di kecamatan ampenan jumat 29 agustus kemarin sore

LombokPost - Angin kencang yang melanda pada Jumat (29/8) menyebabkan satu pohon trembesi tumbang di Jalan Arya Banjar Getas, Ampenan.

Peristiwa ini tidak hanya disebabkan oleh cuaca ekstrem, tetapi juga kondisi batang pohon yang sudah rapuh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi, mengakui bahwa pohon trembesi di lokasi tersebut memang berukuran besar, namun batangnya cenderung rapuh sehingga memerlukan pemangkasan rutin.

"Tipikal pohon trembesi memang rapuh batangnya, dan memang pohon trembesi yang di jalan ABG (Arya Banjar Getas) besar," kata Denny, Jumat (29/8) sore.

Denny menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi pohon tumbang, petugas Dinas LH Kota Mataram sebenarnya sudah melakukan perantingan pada pekan lalu.

Namun, aktivitas tersebut dihentikan sementara. Alasannya, banyak ranting pohon yang berada di dekat kabel listrik tegangan tinggi, yang dapat membahayakan petugas.

"Kami hentikan proses perantingan karena di bawah ranting pohon ada kabel listrik tegangan tinggi, belum bisa diamankan. Jadi kami hentikan sementara," ujarnya.

Ia menambahkan, perantingan tidak bisa dilakukan jika aliran listrik tidak dimatikan sementara, karena akan sangat berbahaya bagi keselamatan petugas.

Denny juga mengungkapkan bahwa banyaknya kabel listrik tegangan tinggi menjadi kendala utama dalam proses pemangkasan pohon.

Baca Juga: Warga Buang Sampah ke Sungai, DLH Mataram Ungkap Dilema Iuran dan Sarana
Untuk mengatasi kendala ini, Dinas LH Kota Mataram selalu berkoordinasi dengan pihak PLN.

Namun, pemadaman listrik sementara demi keselamatan petugas akan berdampak pada aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

"Kalau tidak dimatikan jadi kendala, tapi kalau bisa dimatikan sementara waktu bisa kami eksekusi. Tapi konsekuensinya masyarakat akan kena dampak pemadaman listrik," jelasnya.

Denny menegaskan bahwa koordinasi dengan PLN selalu dilakukan, terutama jika ada kabel listrik yang membahayakan selama proses perantingan.

Editor : Kimda Farida
#DLH MATARAM #Pohon Tumbang