LombokPost - Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali menjadi sorotan setelah sebuah video viral di media sosial mengenai PT Gudang Gram.
Video tersebut menunjukkan momen perpisahan yang mengharukan antara puluhan karyawan PT Gudang Garam di Tuban, Jawa Timur, yang terdampak PHK.
Momen ini langsung memicu berbagai reaksi dari warganet, salah satunya dari akun @yusufmuhammad yang menyatakan kesedihan pada PT Gudang Garam.
"Sedih juga melihat PHK masal pegawai PT Gudang Garam. Dunia kerja sedang tidak baik-bak saja," katanya.
PHK ini tidak hanya memengaruhi para pekerja, tetapi juga keluarga mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari penghasilan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini.
Peristiwa ini terjadi di tengah tantangan yang dihadapi industri rokok, seperti tekanan pasar dan regulasi ketat.
Di sisi lain, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan bisnis PT Gudang Garam, yang selama ini dikenal berkat inovasi produk, khususnya rokok kretek mild yang sangat populer di Indonesia.
Profil dan Perjalanan Bisnis Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo, seorang pengusaha asal Kediri, saat ini menjabat sebagai bos PT Gudang Garam.
Ia adalah generasi kedua dari keluarga pendiri, mewarisi kepemimpinan dari ayahnya, Surya Wonowidjojo, yang mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 1958.
Lahir pada 18 November 1956, Susilo sudah terlibat dalam operasional perusahaan sejak usia 20-an.
Pada tahun 1976, ia diangkat sebagai Direktur, di mana ia berkontribusi dalam pengembangan lini produksi dan memperkenalkan mesin-mesin modern untuk efisiensi produksi.
Setelah ayahnya wafat pada tahun 1985, kepemimpinan perusahaan dipegang oleh kakaknya, Rahman Halim, namun Susilo tetap memegang peran penting dalam manajemen.
Pada tahun 2002, ia diangkat sebagai Wakil Direktur Utama dan meluncurkan inovasi rokok kretek mild yang menjadi salah satu produk andalan perusahaan.
Setelah kakaknya meninggal pada tahun 2008, Susilo secara resmi mengambil alih pucuk pimpinan.
Berkat posisinya di PT Gudang Garam, ia tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Kekayaannya, yang sebagian besar berasal dari saham perusahaan, diperkirakan mencapai US$2,9 juta pada tahun 2024, menempatkannya di posisi ke-23 dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Tentunya PT Gudang Garam selama ini sudah memiliki nama besar di masyarakat.***
Editor : Fratama P.