Hj. Kinnastri Mohan Roliskana atau Hj Kikin sapaam akrabnya, terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke IX DPD Pengajian Al Hidayah NTB Rabu (10/9).
Hj Kikin terpilih sebagai ketua untuk periode kedua setelah berhasil menaklukan hati 100 orang peserta Musda (pemilik suara) yang terdiri dari unsur DPP Al Hidayah sebanyak 4 orang, pengurus DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi NTB serta pengurus DPD Kabupaten Kota se NTB.
Hadir dalam Musda Al Hidayah Ketua DPD Partai Golkar NTB sekaligus Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, yang membuka secara resmi kegiatan Musda ke IX DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi NTB, Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda serta beberapa anggota legislatif NTB dari Fraksi Golkar.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Al Hidayah NTB terpilih, Hj Kikin menyampaikan jika Musda bukan hanya forum untuk memilih kepengurusan baru, tapi juga merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi agar semakin solid, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan merumuskan langkah ke depan.
Sehingga keberadaan Pengajian Al Hidayah semakin memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas, sebagaimana tema Musda Tahun 2025 ‘Pengajian Al Hidayah Solid dan Bersatu dalam Ukhuwah menuju NTB Makmur Mendunia”.
"Kami dilantik pada bulan Juni 2021 untuk masa bakti hingga tahun 2025. Dalam Lima tahun terakhir, Alhamdulillah kami telah berikhtiar menghadirkan peran Al Hidayah di berbagai bidang. Kami dilantik dalam suasana masih Covid-19 sehingga kegiatanpun saat itu mau tak mau menyesuaikan dengan keadaan saat itu," ungkap Hj Kikin.
Seiring dengan pulihnya negeri ini, berbagai kegiatan sederhana namun menyentuk secara kontinyu Al Hidayah NTB laksanakan. Di bidang dakwah misalnya secara rutin melaksanakan kajian bulanan minggu ke dua di Islamic Centre dengan terus menggerakkan dan melibatkan majelis taklim, dan pembinaan rohani masyarakat.
Di bidang sosial keumatan, Al Hidayah NTB hadir melalui santunan anak yatim, bantuan dhuafa, hingga bingkisan ramadhan yang telah menjadi bagian kegiatan rutin yang terlaksana, baik dari swadaya pengurus serta dukungan beberapa donatur.
Selain itu, Al Hidayah NTB juga terus memperluas konsolidasi organisasi sampai ke kabupaten dan kota, membina kader perempuan, serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga yang sejalan dengan semangat pemberdayaan umat.
"Namun tentu masih banyak tantangan yang kami hadapi ke depan. Perubahan zaman dan arus digitalisasi menuntut kita untuk lebih kreatif dalam berdakwah," tambah Hj Kikin.
Tantangan moral generasi muda menuntut Al Hidayah NTB hadir dengan solusi. Kemandirian organisasi harus diperkuat dan sinergi dengan seluruh elemen bangsa harus terus ditingkatkan.
"Karena itu, saya berharap menjadikan momentum pelaksanaan Musda ini sebagai forum bermusyawarah dengan penuh keikhlasan, meneguhkan kembali komitmen Al Hidayah yang solid, memperkuat ukhuwah, dan melahirkan program sederhana namun menyentuh, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat," harap Hj Kikin.
Hj Kikin sangat yakin, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, DPD Pengajian Al Hidayah NTB akan mampu berkiprah lebih baik, menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan NTB yang Makmur dan Mendunia.
Editor : Siti Aeny Maryam