LombokPost – Dalam langkah proaktif yang jarang tersorot, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat pada Kamis (25/9).
Ini untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Inspeksi ini bertujuan ganda: memeriksa jalur evakuasi bencana, serta menguji sistem proteksi kebakaran di dalam fasilitas tersebut.
Dipimpin oleh Sekretaris BPBD, tim dibagi menjadi dua fokus. Tim pertama dari Bidang Damkarmat fokus memeriksa kelengkapan dan fungsi alat proteksi kebakaran di seluruh area Lapas.
Sementara itu, tim Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan memetakan dan menguji kelayakan jalur evakuasi bagi seluruh warga binaan dan petugas.
Seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara rinci, mengacu pada daftar periksa standar proteksi kebakaran bangunan gedung.
Baca Juga: Kesiapan MotoGP Mandalika, BPBD NTB Ikuti Simulasi Bencana Gempa Bumi
Hasil inspeksi ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi komprehensif bagi pihak Lapas.
Setelah rangkaian inspeksi, Sekretaris BPBD berdiskusi langsung dengan Kepala Lapas dan jajaran.
Ia menekankan betapa pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi lingkungan yang memiliki keterbatasan gerak seperti Lapas.
Kegiatan ini menandai komitmen serius untuk tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan keselamatan jiwa seluruh penghuni Lapas, dari potensi bencana alam maupun kebakaran.
Diharapkan, langkah nyata ini dapat menciptakan lingkungan Lapas yang lebih aman, tertib, dan tangguh.
Sistem keamanan kebakaran adalah rangkaian strategi dan peralatan yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, mengendalikan, dan memadamkan api, serta memastikan evakuasi yang aman bagi penghuni bangunan.
Sistem ini merupakan elemen krusial dalam perlindungan properti dan, yang paling utama, keselamatan jiwa.
Penerapan sistem keamanan kebakaran yang efektif memerlukan inspeksi dan pemeliharaan berkala yang ketat serta pelatihan evakuasi (simulasi kebakaran) bagi seluruh penghuni, karena sistem terbaik sekalipun tidak akan maksimal tanpa kesiapan manusia.
Editor : Kimda Farida