Lombokpost-Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) meminta masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit lebih awal. Melalui program ini, penyakit bisa ditangani lebih cepat dan tidak berkembang semakin parah.
"Jangan sampai nanti karena tidak pernah cek kesehatan, tahu-tahu penyakit yang diderita sudah stadium akhir atau sudah parah. Kan lama proses sembuhnya," terang Kepala Dinas Kesehatan Lotim Pathurrahman.
Dari 35 puskesmas di Lotim, beberapa di antaranya masih mencatat tingkat pendaftaran dan kehadiran rendah, seperti di Jerowaru, Sukaraja, dan Sambelia. Wilayah ini dinilai masih perlu edukasi dan sosialisasi.
Kendati demikian, secara umum tingkat kehadiran masyarakat di layanan CKG cukup baik. Hingga pertengahan September, tercatat 86.579 orang sudah memanfaatkan layanan ini.
"Ini sudah bagus, dari 91.045 orang yang mendaftar, sebanyak 86.579 yang datang memeriksa. Artinya tingkat kehadiran masyarakat sudah mencapai 95,09 persen," katanya.
Ia menilai capaian itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan semakin meningkat, sebagai langkah deteksi dini dan penanganan awal.
Pada awal peluncuran program Februari lalu, tingkat kehadiran masyarakat sangat rendah, bahkan sulit menembus 20 persen.
Peserta terbanyak program CKG berasal dari kelompok usia 40-59 tahun. Pathurrahman berharap semua kalangan memanfaatkan program ini sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini penyakit.
"Kita masih tetap mengimbau masyarakat memanfaatkan program CKG, karena ini sangat bermanfaat untuk deteksi dini penyakit," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dikes Lotim Lalu Aries Fahrozi menyebut, pihaknya juga meluncurkan CKG bagi anak sekolah untuk memastikan kesehatan para siswa.
"Semua puskesmas sudah kita siapkan untuk melayani program CKG ini untuk mendapatkan layanan kesehatan," terangnya.
Program CKG menyasar tiga kelompok. Pertama, CKG khusus untuk ibu hamil serta bayi atau anak usia di bawah tujuh tahun. Kedua, CKG ulang tahun untuk usia 18 tahun ke atas. Ketiga, CKG sekolah bagi anak usia 7-18 tahun.
"Untuk CKG khusus ini bisa dilakukan kapan saja, sementara CKG ulang tahun hanya dilakukan setiap hari ulang tahun, dan CKG sekolah akan diberikan setiap tahun ajaran baru," tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam