LombokPost - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram tengah dalam pengawasan ketat terkait standar keamanan pangan. Dari 32 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur MBG, baru satu dapur saja yang secara resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Pemerintah Kota Mataram menargetkan seluruh dapur MBG harus mengantongi SLHS MBG Mataram paling lambat akhir Oktober.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, Emirald Isfihan, mengungkapkan bahwa meski hanya satu dapur yang bersertifikat, SPPG yang tersisa masih diizinkan beroperasi karena proses pengurusan sertifikat sedang berjalan.
“Tadi (Selasa) kita sudah mendapatkan 32 jumlah SPPG. Dari sejumlah 32 tersebut yang sudah memiliki SLHS baru satu. Selain itu on process," kata Emirald usai Rapat Koordinasi (Rakor) dengan koordinator wilayah dan perwakilan BPOM, Selasa (13/10).
Emirald menargetkan penerbitan SLHS untuk dapur MBG Mataram akan terbit pada minggu ketiga Oktober, asalkan seluruh persyaratan telah dipenuhi. Bagi dapur yang baru akan beroperasi, diberikan tenggat waktu satu bulan setelah beroperasi untuk mengurusnya.
Untuk mempercepat dan memastikan standar kualitas, Dikes Mataram bersama Lab Kesda telah menjalankan pemeriksaan berlapis terhadap semua SPPG. Pemeriksaan ini mencakup, Pelatihan bagi penjamah makanan; pemeriksaan sampel air dan makanan; dan emeriksaan rektal swab (pemeriksaan dubur) untuk penjamah makanan.
Selain higienitas, Dikes Mataram juga menetapkan kebijakan lokal yang mengaitkan penerbitan SLHS dengan upaya penurunan stunting. Setiap SPPG diwajibkan mengalokasikan minimal 10 persen dari target sasarannya kepada kelompok rentan gizi (ibu hamil, balita, dan ibu menyusui).
"Jika SPPG tidak bisa memberikan sasaran tadi, maka saya tidak mau tanda tangani SLHS-nya," tegas Emirald.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Mataram, Hermawan Riadi, memastikan bahwa kendala administratif awal, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), telah tuntas. Hal ini membuat proses uji kelayakan dapat berjalan lancar.
Menurut Hermawan, seluruh tahapan pemeriksaan ketat oleh tim Dikes difasilitasi penuh, termasuk pengambilan sampel kritis seperti tes air dan rektal swab.
Ke depan, Satgas Kota Mataram akan menyusun SOP pemeriksaan rutin bulanan untuk sampel air, mengingat adanya potensi sumber air yang beragam (PDAM dan sumur) yang digunakan di dapur-dapur MBG.