Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cadangan Emas Naik tapi Cadangan Devisa Tergerus, Data IMF Sebut Indonesia Punya 80,247 Ton Logam Mulia

Lombok Post Online • Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:10 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Cadangan devisa (cadev) Indonesia turun per akhir September 2025. Tapi itu adalah cadev dalam bentuk mata uang asing tergerus, sebaliknya, cadangan emas meningkat.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juli Budi Winantya menuturkan, posisi cadev per September 2025 tercatat sebesar USD 148,7 miliar.

Angka itu turun USD 2 miliar dari USD 150,7 miliar dibanding akhir Agustus 2025. Jumlah tersebut setara dengan 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Angka ini cukup memadai karena jauh di atas standar internasional minimal tiga bulan impor. Sehingga kami menilai posisi cadangan devisa masih sangat aman untuk memenuhi kewajiban jangka pendek ke depan,” kata Juli dalam pendalaman respons bauran kebijakan BI di Bukittinggi,Sumatera Barat, Minggu (26/10).

Berdasarkan Standar Penyebaran Data Khusus BI, cadangan mata uang asing tergerus USD 3,4 miliar menjadi USD 128,94 miliar.

Valuasi cadangan emas justru naik dari USD 8,82 miliar per Agustus 2025 menjadi USD 9,94 miliar pada September 2025. Data International Monetary Fund (IMF) menyebut cadangan emas RI sebanyak 2.850.000 troy ons atau sekitar 80,247 ton. “Jumlah cadangan emas tidak berkurang. Malah justru bertambah,” imbuh Juli.

Dukungan Eksportir

Terkait dengan nilai tukar, Juli menyebutkan rupiah relatif stabil dengan kondisi ketidakpastian global.

Dalam menjaga rupiah, BI melakukan sejumlah kebijakan, antara lain intervensi di pasar valuta asing (valas).

Kemudian, penjualan valas di pasar spot maupun forward apabila diperlukan. Sehingga mampu meredam volatilitas nilai tukar.

"Selain itu, dukungan terhadap rupiah juga datang dari korporasi, terutama eksportir, yang melakukan penjualan atau konversi devisa hasil ekspor ke dalam rupiah. Hal ini turut menambah pasokan valas di pasar domestik,” terang Juli.

Baca Juga: JAPNAS NTB Serukan Aksi Damai Pasca Insiden Dibakarnya Kantor DPRD, Tekankan Pentingnya Stabilitas Ekonomi Daerah

Hilirisasi Industri

Senior Economist PT Bahana TCW Investment Management Emil Muhamad menambahkan, hilirisasi memberikan ketahanan tambahan bagi fundamental ekonomi Indonesia.

Terutama di tengah dinamika global dan potensi keluarnya dana asing dari pasar obligasi domestik.

"Hilirisasi industri membuat rupiah lebih kuat terhadap fluktuasi capital flow. Agar ketika bond kita mengalami outflow, rupiah tidak terguncang,” tuturnya.

Kondisi cadev yang masih memadai turut menjadi bantalan penting bagi stabilitas nilai tukar.

Artinya, selama masih memiliki cadev yang cukup tebal, Indonesia memiliki ruang untuk menjaga stabilitas. Makanya, dampak negatif dari potensi keluarnya dana asing kini relatif terbatas.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya Katakan Nilai Tukar Rupiah Relatif Stabil
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya Katakan Nilai Tukar Rupiah Relatif Stabil

“Jadi ini adalah joint effort. Kalau suku bunga terlalu rendah, biasanya asing akan outflow. Dari situ, apakah ada dampak negatif lanjutan? Per hari ini, dampak negatifnya berhenti di asing outflow. That’s it. Tidak ada lagi yang terjadi setelah asing outflow," bebernya. (han/dio/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#EMAS #Bank Indonesia #devisa #Ekonomi #moneter