LombokPost - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Provinsi Bali, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepakat untuk melakukan kerja sama regional.
Kesepakatan untuk menjalin kerja sama regional ketiga daerah ini dilakukan Gubernur NTB L. Muhammad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Gedung Kertha Sabha, Pendopo Gubernur Bali, Senin (3/11).
Selain menyepakati kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT, pada pertemuan perdana tersebut juga dilakukan identifikasi potensi masing-masing daerah untuk dijadikan program kerja sama.
Setelah pertemuan perdana di Bali, ketiga kepala daerah sepakat untuk melanjutkan dengan pertemuan kedua yang direncanakan digelar di Provinsi NTB pada 25 November dan di NTT pada 22 Desember mendatang.
Setidaknya terdapat sepuluh bidang yang sudah dirumuskan untuk dikerjasamakan. Di antaranya pariwisata, kebencanaa, sosial, pertanian, kelautan dan perikanan, industri perdagangan, dan teknologi informasi.
Semua bidang yang akan dikerjasamakan akan dirumuskan dalam bentuk MoU pada pertemuan di NTB 25 November mendatang. Selanjutnya rumusan tersebut akan ditandatangani dalam bentuk PKS pada pertemuan di NTT.
Gubernur NTB L Muhammad Iqbal mengatakan, kerja sama regional ini dilandasi atas nilai historis ketiga daerah. Selain itu, ketiga daerah memiliki potensi unggulan masing-masing.
Gubernur Iqbal menegaskan, potensi kerja sama antara Bali, NTB, dan NTT sangatlah besar. Jika potensi ketiga daerah ini dikembangkan secara bersama-sama, maka akan mampu memajukan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kerja sama ini bertujuan untuk saling membantu, saling menguatkan dalam rangka membangun daerah dan mensejahterakan masing-masing daerah,” katanya.
Semua bidang yang akan dikerjasamakan ini akan diintegrasikan. Misalnya bidang pariwisata, pertanian, kelautan, perhubungan. “Masing-masing daerah memiliki kebijakan yang bisa diaplikasikan di daerah lain,” katanya.
Gubernur Iqbal menambahkan, kerja sama ini bertujuan untuk berkolaborasi serta saling memperkuat potensi masing-masing daerah. “Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyusun kerja sama ketiga provinsi untuk memperkuat hubungan ketiga daerah,” katanya.
Salah satu bentuk integrasi ketiga daerah yakni sektor-sektor strategis seperti pariwisata, energi, serta perhubungan baik laut, darat maupun udara. “Ada sepuluhaspek lain yang nantinya akan dikerjasamakan,” katanya.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Provinsi Bali, NTB, dan NTT memiliki kelebihan masing-masing. Potensi yang ada di ketiga daerah ini akan lebih maju dan meningkat secara ekonomi ketika dibangun secara bersama-sama.
“Potensi yang dimiliki ketiga daerah akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat jika dikembangkan bersama-sama,” katanya.
Masing-masnig daerah memiliki ciri khas dan keunikan yang bisa ditonjolkan. Hal ini menjadi keunggulan dan peluang untuk dibangun secara bersama-sama.
“Kita kedepankan bagaimana membangun daerah secara bersama-sama dan saling mengisi dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades mengatakan, kerja sama ini akan semakin memperkuat masing-masing daerah. “Masing-masing daerah punya kelebihan. Tapi juga masih butuh bantuan sehingga bisa saling bantu dengan baik,” katanya.
Khusus dalam bidang pariwisata, ketiga daerah yakni Bali, NTB, dan NTT telah ditetapkan sebagai daerah yang akan memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata.
Sementara itu, dalam pertemuan perdana di Bali, masing-masing kepala daerah didampingi para pejabat masing-masing. Dari Provinsi NTB, Gubernur NTB L Muhammad Iqbal didampingi Kepala Bappeda, Kepala Brida, Kepala Dinas ESDM, dan Kepala Dishub.
Selain itu, hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kadis Pariwisata, Kadis PMPTSP, Kadis Kominfotik, Kadis Pertanian dan Perkebunan, Plt Kadis Peterkana dan Kesehatan Hewan, serta Asisten Administrasi dan Umum, Kepala Biro Ekonomi, dan Kepala Biro Pemerintahan. (lil)
Editor : Haliludin