Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jenis Sepeda MTB Jadi Primadona, Pelanggan Dapat Merakit Sepedanya Sendiri

Nurul Hidayati • Sabtu, 8 November 2025 | 13:02 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Gowes yang menjadi salah satu gaya hidup masyarakat juga memberikan multiplier effect pada toko dan bengkel sepeda.

Pasar sepeda didominasi oleh para penghobi setia dan permintaan dari sektor pariwisata.

Gede Sugiarta, salah satu sales dari toko sepeda terkemuka di Mataram, mengungkapkan penjualan saat ini lebih banyak ditopang oleh mereka yang menjadikan gowes sebagai rutinitas dan hobi yang solid.

“Penjualan masih stabil dia. Ada aja ya kalau kesehariannya,” jelas Sugiarta.

Dari semua jenis sepeda yang ditawarkan, Mountain Bike (MTB) kini menjadi primadona atau best seller di Mataram. Namun, bukan MTB full suspension (full-sus) yang digunakan untuk medan ekstrem, melainkan tipe XC (Cross Country).

“Jenis yang dicari sekarang kalau untuk sekarang kan MTB yang bagian XC. Itu yang paling banyak dicari,” ungkap Sugiarta.

MTB XC digemari karena memiliki gear yang lengkap, cocok untuk rute cross country yang melibatkan tanjakan ringan dan beragam medan. Sugiarta menambahkan, tipe MTB Estrada adalah model yang paling laris di pasaran.

Selain MTB, dua jenis sepeda lain yang masih eksis dan dicari adalah city bike dan road bike. City bike (model yang menggunakan keranjang) pangsa pasarnya didominasi oleh permintaan dari gili.

Sepeda jenis ini dibeli untuk disewa-sewakan kepada para tamu atau wisatawan. Road Bike juga masih memiliki peminatnya sendiri di Mataram.

 Baca Juga: Jarak Bersepeda Dipangkas

Harga Bervariasi. Toko sepeda di Mataram ini menyediakan berbagai rentang harga untuk mengakomodir semua kalangan.

Untuk sepeda bagi masyarakat umum, harganya berkisar antara Rp 3 juta dan kurang dari Rp 10 juta.

Sementara untuk sepeda kelas profesional, Sugiarta menjelaskan, harganya sangat fleksibel dan tergantung pada budget serta keinginan pembeli.

“Kalau yang profesional tergantung uangnya, istilah budget-nya gitu,” katanya.

Toko tersebut juga melayani permintaan sepeda profesional melalui sistem pre-order (PO) yang tidak memakan waktu terlalu lama.

Salah satu keunggulan toko di Mataram ini, menurut Sugiarta, adalah kelengkapan aksesoris dan layanan custom.

Toko tersebut diklaim sebagai salah satu yang paling lengkap di Lombok.

Selain itu, pelanggan dapat merakit sepedanya sesuai keinginan, mulai dari penggantian wheelset (velg), stang, hingga spare part lainnya.

Proses perakitan sepeda custom (termasuk waktu menunggu PO komponen) paling lama hanya memakan waktu sekitar satu minggu.

Tidak itu saja, toko ini juga menyediakan berbagai kebutuhan apparel seperti baju, helm, dan sepatu, yang modelnya berbeda-beda untuk pengguna road bike dan MTB.

Saat ini, mayoritas pelanggan yang melakukan custom maupun pembelian sepeda adalah warga lokal dari lingkungan Lombok.

“Ketersediaan barang yang tidak ada di toko dapat dipesan dan biasanya tiba dalam dua hingga tiga hari,” pungkasnya.

SEDANG SETEL SEPEDA: Mekanik sepeda sedang menyetel sepeda yang dibeli pembeli di salah satu toko sepeda di Kota Mataram, Jumat (7/11). (NURUL/LOMBOK POST)
SEDANG SETEL SEPEDA: Mekanik sepeda sedang menyetel sepeda yang dibeli pembeli di salah satu toko sepeda di Kota Mataram, Jumat (7/11). (NURUL/LOMBOK POST)

Bengkel Sepeda

Selain toko sepeda, bengkel juga kecipratan rezeki di tengah gairah masyarakat terhadap olahraga gowes.

Salah satunya bengkel sepeda “Kalcer” milik Ferdy Lukman, mantan atlet balap sepeda yang pernah berlaga hingga Korea Selatan.

Bengkel di Gunungsari ini bukan sekadar tempat service, melainkan pusat perawatan yang dibangun dengan pengalaman dan skill seorang profesional.

Bengkel yang baru berjalan hampir setahun ini menawarkan jasa dan penjualan spare part cepat laku (fast moving).

Ferdy mengungkapkan bahwa spare part yang paling sering dicari adalah rantai, kampas rem, minyak rem, dan bar tape, komponen yang krusial bagi keselamatan.

Pelanggannya saat ini didominasi oleh penghobi lokal, namun mantan rekan atlet dari Surabaya hingga Jakarta juga kerap datang langsung.

Bagi Ferdy, mengurus sepeda modern, terutama road bike, tidaklah rumit kecuali pada bagian kelistrikan.

“Yang paling rumit adalah kelistrikan,” tegasnya

Untuk jasa kisaran Rp 350 ribuan hingga Rp 500 ribuan sekali service yang standar.

Tetapi tergantung lagi dari kerumitan dan kendala yang ada di sepeda.

“Ongkos jasanya akan menyesuaikan,” imbuhnya. (nur/r3)

Editor : Kimda Farida
#MTB #pasar #Mataram #sepeda #bengkel