Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilar Ketahanan Pangan NTB Diperkuat Bulog dan Bank Indonesia: Bulog Jamin Ketersediaan Beras SPHP Lokal dengan Harga Paling Terjangkau

Nurul Hidayati • Senin, 17 November 2025 | 13:23 WIB
Pilar Ketahanan Pangan NTB Diperkuat Bulog dan Bank Indonesia: Bulog Jamin Ketersediaan Beras SPHP Lokal dengan Harga Paling Terjangkau
Pilar Ketahanan Pangan NTB Diperkuat Bulog dan Bank Indonesia: Bulog Jamin Ketersediaan Beras SPHP Lokal dengan Harga Paling Terjangkau

LombokPost – Upaya bersama pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjaga fondasi ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali ditegaskan

Kegiatan melalui edukasi intensif mengenai Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog kolaborasi antara Bulog dan Bank Indonesia.

Komitmen ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan harga, dan kualitas pasokan pangan pokok bagi masyarakat. Memperkuat Fondasi Ketahanan Pangan di Nusa Tenggara Barat.

Strategi Tiga Kunci: Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Kualitas

Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menyampaikan bahwa Beras SPHP adalah komitmen vital pemerintah dalam menjaga stabilitas.

"Beras SPHP Bulog adalah komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan beras ataupun pangan ada di masyarakat dengan kualitas yang baik dan harga yang sangat terjangkau," ujar Mara Kamin Siregar.

Saat ini, Beras SPHP menjadi instrumen utama pengendalian harga di tingkat konsumen.

Keterjangkauan Harga: Beras SPHP adalah beras termurah di pasar, dijual secara eceran seharga Rp12.500 per kilogram.

Harga ini jauh lebih rendah untuk mitra yang membeli langsung di Gudang Bulog, yaitu Rp11.000 per kilogram.

Penguatan Rantai Pasok Lokal

Salah satu pilar penting dalam ketahanan pangan adalah kemandirian pasokan. Bulog dengan bangga menyatakan bahwa Beras SPHP yang didistribusikan di NTB berasal 100% dari beras lokal.

Asal Pengadaan: Beras SPHP bersumber dari petani setempat, khususnya dari wilayah KLU (Kabupaten Lombok Utara) dan Mataram sekitarnya.

Kolaborasi Multisektor: Bulog bekerja sama erat dengan petani, Gapoktan, mitra kerja, perbankan, dan didukung Bank Indonesia untuk memastikan proses pengadaan berjalan lancar hingga beras sampai ke dapur masyarakat.

Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang kualitas Beras SPHP, Bulog dan BI menyelenggarakan Lomba Masak Beras SPHP bertema "Satu Butir Sejuta Rasa."

Kegiatan ini bertujuan mendekatkan produk Bulog kepada masyarakat dan membuktikan kualitas beras melalui kreasi masakan. Acara ini sengaja melibatkan dua kategori peserta.

Chef Profesional: Untuk menunjukkan potensi kreasi masakan kaya rasa dari Beras SPHP.

Komunitas Ibu-ibu: Diakui sebagai pejuang dari ketahanan pangan keluarga, peran ibu-ibu dinilai krusial dalam memilih dan mengolah pangan berkualitas.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Jaminan Mutu dan Perlindungan Konsumen

Bulog juga menegaskan komitmennya terhadap kualitas. Masyarakat dihimbau untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan mutu.

"Jika menemukan kualitasnya yang tidak layak atau tidak standar, tolong disampaikan ke kami, bisa langsung ke Bulog atau binaan-binaan Bulog yang ada di masyarakat atau di pasar-pasar yang terdekat," himbau Mara Kamin Siregar, menjamin bahwa Bulog akan menindaklanjuti setiap temuan untuk menjaga standar produk pemerintah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menambahkan bahwa menjaga stabilitas harga dan pasokan beras sebagai makanan pokok adalah fokus utama BI dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Kami di Bank Indonesia bersama juga dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi NTB itu juga selalu berupaya agar beras ini bisa tersedia pasokannya, kemudian juga terjangkau harganya dan juga lancar distribusinya," tegas Hario.

Editor : Kimda Farida
#Ketahanan Pangan #Bank Indonesia #bulog #Beras #SPHP