Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp 22 Miliar untuk Proyek Kampung Nelayan Terintegrasi Bintaro Mataram

Sanchia Vaneka • Selasa, 18 November 2025 | 09:09 WIB

 

Photo
Photo


LombokPost
– Kota Mataram ditunjuk sebagai salah satu lokasi penerima program nasional pembangunan Kampung Nelayan Terintegrasi.

Pemerintah Pusat telah menyetujui kucuran dana fantastis senilai Rp 22 miliar untuk proyek ambisius yang akan berlokasi di kawasan Bintaro ini. Pelaksanaan fisik proyek ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026.

Mataram terpilih sebagai lokasi ke-18 dari total 35 lokasi nasional setelah berhasil memenuhi berbagai persyaratan teknis yang ditetapkan kementerian.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Irwan Harimansyah memastikan semua persiapan berjalan lancar.

"Anggaran tahun 2025 sudah disetujui. Sekarang ini sudah tahap persiapan saja untuk perencanaan desainnya sudah jadi. Pelaksanaan fisiknya akan dimulai di 2026,” kata Irwan.

Kampung Nelayan yang akan dibangun di Bintaro ini mengusung konsep terintegrasi di lahan seluas hampir 2 hektare. Konsep ini akan menggabungkan berbagai aspek penting untuk mendukung kehidupan dan ekonomi nelayan:

* Hunian: Akan dilengkapi dengan hunian yang memadai.
* Fasilitas Perikanan: Fasilitas penunjang utama kegiatan melaut.
* Pusat Ekonomi Nelayan: Mendukung aktivitas bisnis dan peningkatan pendapatan.

Irwan menjelaskan, fasilitas yang akan dibangun dengan dana Rp 22 miliar tersebut sangat lengkap, meliputi:

* Kantor dan Koperasi.
* Gudang penyimpanan atau cold storage.
* Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang lengkap.
* Area khusus untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
* Rencana pembangunan pabrik es.
* Lokasi penambatan perahu yang memadai.

“Lengkap itu nanti,” jelasnya optimis.

Pembangunan Kampung Nelayan Bintaro ini memiliki dua tujuan utama bagi Pemkot Mataram:

* Menata Aset Daerah: Memastikan aset daerah tertata rapi dan tidak terganggu.

* Pengawasan Aktivitas Perikanan: Memudahkan pengontrolan dan pengawasan aktivitas perikanan yang selama ini sulit dikontrol.

Lebih lanjut, Irwan Harimansyah optimis proyek nasional ini akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang signifikan bagi Kota Mataram, terutama dari sektor penyewaan lahan pasar.

“Sangat bisa (menjadi sumber PAD). Malah bisa besar lho. Di sini tentunya menciptakan lapangan kerja banyak sekali,” pungkasnya.

Pembangunan ini juga akan menciptakan percontohan kawasan nelayan modern dan terintegrasi. Sementara itu, Hunian Sementara (Huntara) yang saat ini ada di lokasi proyek akan dialihkan ke Rusunawa sesuai rencana pembangunan berikutnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Mataram