LombokPost – Persiapan daerah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 yang dijadwalkan Juli mendatang terancam mundur atau tidak ideal. Penyebab utamanya adalah pembatasan anggaran yang ketat akibat kondisi fiskal daerah yang berat.
Hampir semua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota menyatakan keberatan atas kondisi ini, termasuk KONI Kota Mataram yang merupakan juara umum bertahan.
Ketua KONI Kota Mataram, Firadz Pariska, bahwa kondisi keuangan daerah sangat membebani persiapan Porprov 2026. Firadz membeberkan fakta mengejutkan: anggaran KONI Mataram untuk tahun ini turun drastis hingga sekitar 70 persen dari alokasi tiga tahun sebelumnya.
“Jangankan kita, pun sebenarnya, Kota Mataram juga masih sangat berat ya, untuk kita bisa melaksanakan, mengikuti secara ideal,” tegas Firadz.
Baca Juga: KONI Mataram Serius Garap Sport Science, Gizi Atlet Jadi Prioritas Utama
penurunan drastis ini menjadi tantangan besar, terutama karena Mataram memiliki beban ganda: mempertahankan predikat juara umum dan juga berstatus sebagai tuan rumah Porprov NTB 2026.
Sebagai ibu kota provinsi, Mataram awalnya merencanakan partisipasi dengan jumlah terbanyak, yakni sekitar 40-an cabang olahraga (cabor). Namun, dengan keterbatasan anggaran yang ada, Firadz menyatakan pihaknya kini menghadapi dilema:
“PR kami kan bagaimana, yang pertama prestasi lebih meningkat dengan anggaran yang jauh lebih kecil. Itu PR-nya,” sambat Firadz.
Prestise sebagai tuan rumah dan juara umum menuntut Mataram untuk mengoptimalkan semua lini, namun kondisi fiskal daerah membuat persiapan ideal hampir mustahil dilakukan.
Isu pembatasan anggaran dan kondisi fiskal yang berat ini telah disuarakan oleh berbagai daerah saat diundang oleh KONI Provinsi NTB. Beberapa daerah merekomendasikan agar dicari titik temu terkait masalah ini.
Firadz Pariska menyebut bahwa skema sharing anggaran dari provinsi sampai saat ini masih belum jelas. Oleh karena itu, KONI Mataram merekomendasikan adanya penyesuaian terkait pelaksanaan Porprov.
“Apakah nanti tetap dilaksanakan dengan skema-skema tertentu, atau mungkin ada penundaan sedikit atau bagaimana. Itu tentunya keputusan ada di ranah teman-teman provinsi,” pungkasnya.
Hingga rapat terakhir, belum ada keputusan resmi apakah Porprov NTB 2026 akan tetap dilaksanakan sesuai rencana pada bulan Juli. Keputusan akhir mengenai jadwal dan skema pelaksanaan kini berada di tangan KONI Provinsi NTB.