LombokPost-Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengeluarkan peringatan keras terkait fenomena penyalahgunaan Nitrous Oxide (N2O) atau 'Gas Tawa' berlabel 'Whip Pink'.
Zat yang tengah menjamur di kalangan anak muda ini kini terpantau sering dicampur dengan alkohol dan obat terlarang lainnya (polydrug use).
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan, bahwa pola penggunaan ini sangat mengkhawatirkan karena meningkatkan risiko fatalitas secara drastis.
Pihaknya kini memperketat pengawasan di titik-titik rawan, termasuk kawasan hiburan malam di berbagai daerah.
Risiko Hipoksia Hingga Kelumpuhan Total
Penyalahgunaan gas yang dikenal dengan sebutan 'Nangs' ini bukan sekadar tren tanpa risiko.
Mencampur gas tawa dengan alkohol dapat memicu hipoksia atau kondisi kekurangan oksigen akut pada otak yang berujung fatal.
"BNN telah mengendus dan serius memantau peningkatan tren penyalahgunaan N₂O, yang dikenal sebagai 'whip pink' atau 'nangs' di kalangan anak muda. Laporan intelijen kami menunjukkan pola penggunaan yang mengkhawatirkan: untuk euforia, konsumsi berulang, dan sering dikombinasikan dengan alkohol atau zat lain (polydrug use), yang meningkatkan risiko fatal," ujar Suyudi seperti dikutipa dari JawaPos.com, Sabtu (24/1).
Selain kematian mendadak akibat kejang dan kerusakan otak permanen, penggunaan jangka panjang dapat merusak sumsum tulang belakang.
Dampaknya meliputi mati rasa, kesemutan parah, hingga kelumpuhan total akibat defisiensi vitamin B12 ekstrem.
Empat Langkah Strategis BNN RI
Untuk mencegah fenomena ini menjadi masalah strategis nasional, BNN telah menyusun empat langkah taktis untuk membendung peredaran 'Whip Pink' di Indonesia:
- Pengkajian Mendalam: Melakukan uji laboratorium terhadap sampel produk N₂O dan berkolaborasi dengan BPOM serta Kementerian Kesehatan.
- Pemetaan Jaringan: Memperkuat analisis intelijen pada jalur distribusi, khususnya di kawasan hiburan malam yang beririsan dengan jaringan narkotika.
- Kerja Sama Internasional: Berbagi strategi penanganan dengan Kepolisian, Bea Cukai, dan mitra negara lain.
- Dorongan Regulasi: Memperketat aturan agar penggunaan N₂O hanya terbatas untuk kebutuhan industri yang sah.
Fakta Terkait Kematian Selebgram Lula Lahfah
Di tengah isu panas 'Whip Pink', nama selebgram Lula Lahfah ikut terseret dalam spekulasi netizen.
Namun, pihak kepolisian memberikan klarifikasi tegas terkait hasil olah TKP di lokasi meninggalnya sang selebgram.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan produk Nitrous Oxide di lokasi kejadian.
Petugas hanya menemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan.
"Belum ada di temukan (Whip Pink)," ujar Murodih. Ia menambahkan, "Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI."
Pesan Untuk Orang Tua: Waspada Cartridge dan Balon
BNN meminta para orang tua untuk lebih peka terhadap lingkungan pergaulan anak remaja.
Jika menemukan benda mencurigakan seperti tabung kecil (cartridge) atau balon yang tidak wajar, segera lakukan tindakan edukasi.
"Imbauan BNN kepada masyarakat adalah: Jangan pernah mencoba. N₂O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek eforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen. Waspada dan edukasi keluarga," tutup Suyudi.
Editor : Akbar Sirinawa