LombokPost--Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Ampenan menunjukkan kesigapannya dengan menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Lombok Barat dan abrasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Aksi ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasionalnya.
Bantuan disalurkan dalam dua kesempatan terpisah menyusul terjadinya bencana alam.
Pada 22 Januari 2026, sebanyak 100 paket sembako diserahkan kepada warga terdampak banjir di Dusun Madak Belek I dan II, Desa Cendi Manik, Lombok Barat.
Banjir yang terjadi pada 20 Januari lalu merendam permukiman warga akibat curah hujan tinggi dan angin kencang.
Selanjutnya, pada 23 Januari 2026, bantuan kembali disalurkan kepada sekitar 25 Kepala Keluarga terdampak abrasi dan gelombang tinggi di pesisir Kelurahan Bintaro, Mataram.
Baca Juga: Penuhi Petunjuk Jaksa, Polres Bima Segera Limpahkan Berkas Tersangka Korupsi RSUD Sondosia
Bantuan berupa paket sembako, tabung Bright Gas 5,5 kg, 300 geobag, dan 10 unit sekop diserahkan langsung kepada Lurah Bintaro guna mendukung penanganan darurat.
"Kami turut prihatin atas musibah ini. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi darurat," ujar Vrisco Harjanto, Supervisor HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga IT Ampenan, saat penyerahan bantuan.
Pihak desa dan kelurahan pun menyambut positif bantuan dari Pertamina.
Haji Ahmad Ramli dari BPD Desa Cendi Manik dan Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, menyatakan bantuan tersebut sangat berarti dan berharap sinergi seperti ini terus berlanjut.
Secara terpisah, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menegaskan komitmen perusahaan.
"Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar," tutup Ahad.
Aksi tanggap darurat ini memperkuat peran Pertamina dalam mendukung ketangguhan masyarakat dan penanganan bencana di wilayah operasionalnya.
Editor : Kimda Farida