LombokPost - Kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman ke Sembalun membawa harapan baru bagi petani bawang putih. Kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan tanam perdana itu menjadi momentum peningkatan produktivitas sekaligus upaya mengembalikan kejayaan Sembalun sebagai sentra bawang putih nasional.
Ketua Kelompok Tani Pusuk Pujata Sembalun Bumbung Egi Prisma Suryadi menyampaikan, kunjungan Mentan itu merupakan hal yang sangat langka. Bahkan, kunjungan beberapa hari lalu merupakan kunjungan kedua yang dilakukan Menteri Pertanian di Sembalun setelah tahun 80-an.
“Terakhir kementerian pertanian datang ke Sembalun dulu di era Pak Soeharto untuk panen raya. Dan kemarin kita menyaksikan langsung Menteri Pertanian melakukan simbolis tanam bawang putih perdana,” terang Haji Egi, sapaan akrabnya, Kamis (12/2).
Kata dia, Kementan memberikan tantangan kepada para petani bawang putih di Sembalun untuk meningkatkan produktivitas hingga 20 ton per hektare. Target ini diberikan untuk mempercepat Indonesia menuju swasembada bawang putih nasional.
Ia optimistis target tersebut akan terlampaui, mengingat kualitas hasil panen di Sembalun terus menunjukkan tren positif. Bahkan, di beberapa titik lahan telah melampaui target.
“Sebenarnya kita sudah bisa melampaui target, di beberapa lahan produksi kita mencapai 21 ton per hektare, Insyaallah target itu bisa kita capai,” katanya.
Pemerintah telah merencanakan pengembangan kawasan perbenihan dan kawasan Standard Performance Officer (SPO) di atas lahan seluas 800 hektare pada tahun 2026. Melalui program ini, Sembalun direncanakan menjadi penopang utama benih bawang putih nasional.
Dengan asumsi kebutuhan 1 ton benih per hektare, Sembalun diprediksi mampu menyuplai benih untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Harapan negara bertumpu pada Sembalun. Mentan sangat berharap kami fokus mengembangkan bawang putih secara murni tanpa tercampur komoditas lain,” bebernya.
Dia berharap untuk menjalankan program ini, seluruh proses baik administrasi maupun teknis untuk bantuan benih dan lainnya dari pemerintah segera terealisasi. Hal ini dikarenakan lahan di Sembalun sangat bergantung pada ketersediaan air di musim penghujan. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic