Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren! Santri Trensains Tebuireng asal Mataram Raih The Most Outstanding di Forum Internasional Korea Selatan

Alfian Yusni • Minggu, 19 April 2026 | 19:19 WIB
Bagi Azra, penghargaan The Most Outstanding bukanlah garis akhir. Sebaliknya, ini adalah langkah awal menuju mimpi besar menjadi diplomat Indonesia di masa depan.
Bagi Azra, penghargaan The Most Outstanding bukanlah garis akhir. Sebaliknya, ini adalah langkah awal menuju mimpi besar menjadi diplomat Indonesia di masa depan.

lombokpost - Tepuk tangan meriah menggema di ruang konferensi internasional itu. Ratusan delegasi dari berbagai negara menoleh ke satu arah ketika nama seorang pelajar Indonesia dipanggil ke depan panggung.

Ia melangkah mantap, wajahnya tenang namun penuh haru.

Namanya diumumkan sebagai penerima penghargaan The Most Outstanding dalam forum internasional di Korea Selatan.

Baca Juga: Santri Trensains Tebuireng Asal Mataram Tampil di Forum Internasional AWMUN Korea Selatan, Suarakan Isu HAM

Dialah Azra Aqila Yusni, santri kelas XI SMA Trensains Tebuireng Jombang asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Prestasi santri Trensains Tebuireng ini menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi sekolah dan keluarga, tetapi juga bagi daerah asalnya.

Keberhasilan meraih The Most Outstanding di forum internasional Korea Selatan menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing dan tampil menonjol di tingkat global.

Tekad Sejak Awal: Harus Tampil Terbaik

Perjalanan menuju forum internasional tersebut dimulai dari sebuah tekad yang kuat. Sejak proses pendaftaran, Azra sudah menanamkan niat untuk memberikan penampilan terbaik.

Baca Juga: SMKN 1 Lingsar Sulap Oli Bekas Jadi Listrik, Hemat Energi 50 Persen

Ia sadar bahwa kesempatan tampil di forum internasional bukan hal yang datang setiap saat. Karena itu, ia memilih mempersiapkan diri secara maksimal.

Selama masa persiapan, santri Trensains Tebuireng ini rela mengorbankan waktu istirahat dan kesenangan pribadi demi fokus belajar.

Ia bahkan tidak menikmati liburan seperti remaja seusianya.

Saat teman-temannya menghabiskan waktu liburan dengan jalan-jalan, Azra justru menghabiskan waktunya membaca materi, menyusun argumentasi, dan berlatih berbicara.

Dirinya rela begadang hingga larut malam demi memastikan semua persiapannya matang.

“Sejak awal mendaftar, saya sudah bertekad menampilkan yang terbaik. Saya rela begadang dan tidak jalan-jalan ke mall saat liburan kemarin, hanya supaya persiapan saya maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga: Meski Efisiensi, Pemkot Mataram Naikkan Anggaran Kemiskinan Jadi Rp 68 Miliar di 2026!

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah... alhamdulillah hasilnya terbayarkan,” ucap Azra penuh rasa syukur.

Tiga Bulan Persiapan Menuju Forum Internasional

Kesempatan mengikuti forum internasional tersebut tidak datang secara instan. Azra harus menjalani proses persiapan yang serius selama tiga bulan.

Ia mempelajari berbagai materi terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM), hukum internasional, serta dinamika konflik global. Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan daring yang diselenggarakan oleh panitia.

Dalam forum tersebut, Azra mendapatkan peran sebagai delegasi yang membahas isu Hak Asasi Manusia berkaitan dengan angkatan bersenjata negara Armenia.

Peran tersebut menuntut kemampuan berpikir kritis, pemahaman diplomasi, serta kemampuan komunikasi yang baik.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam perjalanan santri Trensains Tebuireng menuju dunia internasional.

Pernah Gagal Berangkat, Kini Berbuah Prestasi

Perjalanan menuju forum internasional tidak selalu berjalan mulus.

Beberapa waktu lalu, Azra sebenarnya pernah terpilih mengikuti kegiatan internasional di Kuala Lumpur. Namun dua hari sebelum keberangkatan, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena terserang demam berdarah.

Baca Juga: Yad Hafizudin Sabet Emas di Singapore Open Track & Field Championships 2026

Kesempatan yang sudah di depan mata pun harus dilepaskan. Namun kegagalan itu tidak membuatnya menyerah.

Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk bangkit dan mempersiapkan diri lebih baik.

Kini, santri Trensains Tebuireng asal Mataram itu tidak hanya berhasil tampil di forum internasional, tetapi juga membawa pulang penghargaan The Most Outstanding.

Langkah Awal Menuju Cita-Cita Jadi Diplomat

Bagi Azra, penghargaan The Most Outstanding bukanlah garis akhir.

Sebaliknya, ini adalah langkah awal menuju mimpi besar menjadi diplomat Indonesia di masa depan.

Perjalanan seorang pelajar dari Mataram hingga meraih penghargaan di forum internasional Korea Selatan menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan tekad kuat mampu membuka jalan menuju panggung dunia.

Dan bagi santri Trensains Tebuireng, perjalanan itu baru saja dimulai. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Azra Aqila Yusni #Asia World Model United Nations 2026 #Santri jadi diplomat #AWMUN #santri