LombokPost – Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Mataram menunjukkan progres yang menggembirakan. Berdasarkan penilaian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Kota Mataram dinilai sebagai wilayah dengan pengelolaan Koperasi Kelurahan Merah Putih terbaik dibandingkan kabupaten dan kota lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan mengungkapkan, predikat terbaik ini diberikan karena seluruh struktur kepengurusan hingga pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di tingkat kelurahan telah berjalan sesuai regulasi.
“Kita mendapat penilaian dari Provinsi, seluruh kabupaten/kota itu, Kota Mataram yang terbaik untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih. Baik dari sisi pengurusnya maupun pelaksanaan RAT-nya, semuanya sudah kita jalankan dengan baik,” kata Jimmy.
Baca Juga: Perkuat Modal Awal, Dua Koperasi Merah Putih Mataram Terima Stimulan Rp 50 Juta dari Bank Mandiri
Jimmy menjelaskan, saat ini seluruh KMP di kelurahan-kelurahan se-Kota Mataram sudah beroperasi secara aktif. Meskipun belum semua memiliki gerai fisik yang permanen, fungsi koperasi sebagai penggerak ekonomi warga sudah mulai terasa.
Beberapa kelurahan bahkan tercatat telah memiliki modal mandiri yang cukup untuk menjalankan unit usahanya. Jimmy menyebutkan, Kelurahan Ampenan Utara saat ini telah mengantongi modal operasional sebesar Rp 75 juta. Selain itu, beberapa wilayah lain seperti Ampenan Selatan, Abian Tubuh, Babakan, Sandubaya, Jempong Baru, hingga Dasan Cermen juga dilaporkan sudah beroperasi penuh.
“Semuanya sudah beroperasi. Ada yang modalnya sudah mencapai Rp 75 juta seperti di Ampenan Utara. Kelurahan lain seperti Jempong Baru dan Dasan Cermen juga sudah jalan,” jelasnya.
Berbeda dengan koperasi konvensional yang identik dengan simpan pinjam, KMP ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan riil masyarakat, terutama komoditas pokok. Koperasi bertindak sebagai penyuplai sekaligus pengelola bisnis kesehatan dan sektor lainnya yang dibutuhkan warga setempat.
“Mereka mengakomodir semua kebutuhan pokok masyarakat di sekitar kelurahan tersebut,” imbuhnya.
Baca Juga: Dari Mataram untuk Indonesia Emas: 50 Koperasi Merah Putih Siap Gerakkan Ekonomi Rakyat
Terkait infrastruktur fisik, Jimmy mengakui pembangunan gerai KMP saat ini rata-rata baru mencapai progres 50 persen. Sejauh ini belum ada gerai yang rampung 100 persen, namun pengerjaan terus dilakukan.
Berdasarkan regulasi dari pusat, untuk Kota Mataram sendiri ditargetkan terdapat lima gerai utama yang akan tuntas pada periode 2025-2030. Sembari menunggu penyelesaian bangunan fisik, pengurus koperasi saat ini memanfaatkan fasilitas di kantor kelurahan masing-masing berdasarkan kesepakatan dengan lurah setempat.
“Progres pembangunan fisiknya rata-rata baru 50 persen, belum ada yang jadi sepenuhnya. Tapi itu tidak menghambat operasional karena mereka bisa menempati ruang di kelurahan atas izin lurah,”tambahnya.
Ke depannya, pihaknya juga tengah mengupayakan skema kerja sama untuk memperkuat permodalan melalui bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) maupun penyertaan modal dari BUMN perbankan. Namun, Jimmy menekankan ada syarat khusus bagi koperasi untuk menerima penyertaan modal tersebut.
“Mereka harus beroperasi minimal dua tahun dulu. Setelah itu, baru bisa ada penyertaan modal. Bentuknya nanti bukan uang tunai, melainkan barang yang disuplai oleh mitra perbankan atau BUMN,” terangnya.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), saat ini pihak dinas tengah melakukan akselerasi dan pelatihan intensif bagi para pengurus koperasi. Fokus utamanya adalah percepatan pemahaman bisnis dan strategi branding agar koperasi kelurahan mampu bersaing dan dikenal luas oleh masyarakat.
“Sekarang kita fokus pada akselerasi percepatan bisnis koperasi dan brandingnya. Pengurus dan anggotanya sudah kita berikan pelatihan agar mereka paham bagaimana mengelola bisnis, kesehatan koperasi, hingga pengolahannya secara mandiri,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa