Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satu Vespa, Sejuta Saudara di Tanah Lombok

Chia • Senin, 22 Juni 2026 | 11:15 WIB
Komunitas Vespa Lombok
Komunitas Vespa Lombok

 

Di atas sesepuh motor bermesin kanan ini, status sosial hilang dan melebur menjadi persaudaraan tanpa sekat. Melalui ketangguhan skuter klasik dan kuatnya ikatan emosional pengendaranya, Komunitas Vespa Lombok saat ini tidak sekadar menyalurkan hobi jalanan, tetapi juga aktif mempromosikan pariwisata di NTB.

------

Deru mesin yang khas memecah keheningan sebuah bengkel di Kota Mataram. Bau oli samping dan bensin bercampur dengan candawa beberapa pria yang sibuk memperbaiki skuter tua.

Di tempat ini, identitas personal ditanggalkan. Tidak ada sekat antara pejabat, direktur, buruh, maupun anak muda. Saat roda Vespa mulai berputar, semua orang berada di strata yang sama.


“Vespa itu soal karakter dan rasa. Kami tidak peduli latar belakang ekonomi atau jabatan. Begitu duduk dan jalan bersama, kita semua adalah saudara,” kata Andhie BIP, Anggota Komunitas Vespa Lombok sekaligus Commander Scooter Owner Group (SOG) Chapter Lombok.

Baca Juga: Geber Motor dari Jakarta-Jogja, Komunitas Ini Rela Tempuh Ribuan Kilo Demi Jajal Aspal Mandalika!

Perjalanan Komunitas Vespa Lombok secara global memang dinamis. Menurut Andhie, pencinta skuter di Pulau Lombok ini sangat beragam.

Mulai dari kelompok independen yang sekadar gemar berkumpul tanpa nama klub, klub resmi, hingga pencinta perorangan. Namun, sekat-sekat kelompok itu runtuh pada tahun 2017.


Saat itu, para pengendara skuter sepakat membentuk wadah umum bernama Komunitas Vespa Lombok. Langkah awal mereka adalah menggelar acara Lombok Mods Mayday untuk memperingati Hari Buruh Internasional.

Sejak momentum tanpa atribut klub tersebut, ribuan pencinta Vespa dari seluruh penjuru Lombok melebur dan menolak dikotak-kotakkan. 


Karena modelnya tidak terikat, siapa pun dan dari bendera mana pun bisa singgah di bengkel mereka. Bicara soal loyalitas, Andhie punya banyak cerita menarik bersama Vespa Sprint merah kesayangannya. 

Baca Juga: Komunitas Motor Touring di NTB Bawa Angin Segar untuk UMKM

Awal tahun lalu, ia melakukan solo touring sendirian dari Lombok menuju Jogjakarta. Perjalanan tunggal tersebut menjadi bukti nyata dari semboyan legendaris, ‘Satu Vespa, Sejuta Saudara’.


Saat tepong (tebeng samping) kanan vespanya lepas dan jatuh di jalanan Bali, seorang pengendara motor modern justru berhenti untuk membantunya. Solidaritas itu berlanjut saat ia harus melewati jalur hutan Baluran di Banyuwangi antara waktu magrib dan isya yang dikenal mistis.


“Sesama pengguna Vespa punya sistem komunikasi yang kuat. Cukup kabari teman-teman di daerah yang akan dilewati, posisi kita langsung terpantau. Istilahnya satu nyawa, satu unit, izin melintas,” kenangnya.


Bagi sebagian orang, mengendarai motor tua bermesin ringkih mungkin dianggap menyusahkan. Indikator bensin mati, kabel kopling putus, hingga busi basah adalah hal biasa.

Namun bagi Andhie, justru di situlah letak seninya. Ada ikatan batin antara pengendara dengan mesinnya yang ia ibaratkan seperti perasaan orang yang sedang menikah ketagihan dan penuh cinta.


“Kalau pakai motor modern buatan Jepang, kita cuma tahu gas dan sampai tujuan tanpa punya cerita. Bersama Vespa, setiap kali motor mogok atau tali gas putus di pinggir jalan, di situlah cerita baru dan persaudaraan dimulai,” tambahnya. 


Kini, melalui bendera SOG Chapter Lombok yang berinduk di Bandung dan memiliki jaringan internasional hingga Australia, Malaysia, Brunei, dan Inggris, Andhie bersama rekan-rekannya membawa misi baru. Organisasi resmi yang terdaftar di Kemenkumham ini yang sempat menggandeng Vino G. Bastian sebagai brand ambassador dan kini dibina oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Daniel Simanjuntak enggan sekadar menjadi penikmat jalanan.


Dengan memanfaatkan media sosial, para skuteris ini aktif mendokumentasikan perjalanan mereka melewati medan terjal Sembalun di kaki Gunung Rinjani, hingga menyisir kawasan Mandalika. 


Menurutnya, ketangguhan Vespa yang menggunakan konstruksi gir tanpa rantai atau fan belt membuatnya sangat andal di jalur ekstrem, bahkan kuat menembus lautan pasir Bromo. Dokumentasi perjalanan ini menjadi alat ampuh untuk mengenalkan pariwisata tersembunyi (hidden gem) di NTB kepada masyarakat luas.


“Kami ini secara tidak langsung menjadi duta pariwisata NTB. Ketika teman-teman dari Jawa, Sumatera, atau Kalimantan melihat tangguhnya Vespa kami melewati alam Lombok yang indah tanpa macet, mereka tertarik untuk datang langsung,” jelasnya.


Setiap kali ada pengguna Vespa luar daerah yang datang ke Lombok, komunitas lokal siap menyambut mereka dengan budaya kekeluargaan yang hangat. Konsepnya sederhana, menyambut mereka dengan prinsip back to home atau merasa seperti pulang ke rumah sendiri. 

Editor : Kimda Farida
#KOMUNITAS VESPA LOMBOK #LOMBOK SCOUTER #KOMUNITAS MOTOR #Mataram #vespa