Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disdik Kota Mataram Merger Sekolah Dasar yang Bertetangga

Chia • Senin, 29 Juni 2026 | 11:30 WIB

 

SDN 15 Mataram yang dimerger dengan SDN 19 Mataram
SDN 15 Mataram yang dimerger dengan SDN 19 Mataram

LombokPost - Kebijakan terbaru mulai diberlakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Disdik memastikan akan melakukan penggabungan atau merger terhadap sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah ibu kota provinsi ini. Surat Keputusan (SK) resmi mengenai penggabungan sekolah-sekolah tersebut telah ditandatangani langsung oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.

“SK-nya sudah keluar dari Pak Wali, sekarang tinggal eksekusi saja. Tinggal diurus di pusat untuk dapodik nanti,” kata Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf. 

Keputusan tersebut diambil menyusul lokasi antarsekolah yang saling berdekatan dan dalam rangka efisiensi tata kelola pendidikan. Yusuf merincikan, sedikitnya terdapat beberapa sekolah dasar yang dipastikan melebur pada tahun ajaran ini. 

Baca Juga: SPMB Kota Mataram Mulai Analisis Data Kuota Siswa, Kursi Kosong dan Opsi Merger Sekolah Jadi Perhatian

Di antaranya adalah SDN 15 Mataram yang akan digabungkan secara penuh dengan SDN 19 Mataram. Selanjutnya, pemetaan juga menyasar wilayah pesisir di mana SDN 11 Ampenan akan dimerger dengan SDN 14 Ampenan. Sementara itu, untuk efektivitas operasional, SDN 36 Ampenan juga bakal digabung ke dalam SDN 20 Ampenan.

Kebijakan penggabungan ini dipastikan membawa dampak langsung bagi peta distribusi tenaga pendidik di Kota Mataram. Guru-guru yang sebelumnya mengajar di sekolah yang terkena kebijakan merger, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN, akan segera dipindahkan dan didistribusikan ke sekolah lain yang saat ini masih mengalami kekurangan jumlah guru.

“Kan kita kekurangan guru di Kota Mataram, itu nanti yang didistribusikan,” jelasnya.

Menurutnya, pemetaan ulang ini menjadi momentum bagi Disdik untuk melakukan penyamarataan mutu tenaga pendidik. Berdasarkan evaluasi berkala yang dilakukan institusinya, beberapa lembaga pendidikan tingkat dasar di Mataram dinilai masih kekurangan guru dan figur kepala sekolah.

“Begitu juga dengan posisi kepala sekolah, karena saat ini kita juga banyak kekurangan kepala sekolah. Langkah ini dalam rangka pemerataan guru agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan maksimal,”terangnya.

Baca Juga: SPMB 2026 Mataram Diperketat, Disdik Tegas Batasi Rombel dan Mulai Merger Sekolah

Tidak hanya melakukan penyusutan jumlah kelembagaan melalui skema merger, Pemkot melalui Disdik juga akan melakukan perombakan total terhadap nomenklatur atau penamaan seluruh SD negeri di wilayah tersebut. Format penamaan baru ini akan dibuat berurutan untuk mempermudah administrasi penataan aset ke depan. Saat ini tercatat jumlah keseluruhan SDN di Kota Mataram mencapai 142 sekolah. 

“Nanti namanya akan disesuaikan secara berurutan, mulai dari SD Negeri 1 Mataram sampai dengan SD Negeri 142 Mataram,” pungkasnya. 

 

Editor : Kimda Farida
#DISTRIBUSI GURU #merger sekolah #Dinas Pendidikan Mataram #SPMB 2026 #Mataram