Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sidak Gudang Bulog, Minyakita Mataram Dipastikan Bebas Campuran

Chia • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:20 WIB

 

Uji goreng minyakita
Uji goreng minyakita

LombokPost - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram bersama Perum Bulog Wilayah NTB menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap komoditi Minyakita di Gudang Bulog.

Langkah ini diambil untuk merespons sekaligus memastikan isu kekhawatiran masyarakat terkait dugaan adanya minyak goreng subsidi yang beraroma solar tidak terjadi di NTB.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB Rizal P. Sukmaadijaya menegaskan, seluruh stok Minyakita yang dikuasai Bulog, baik stok lama maupun yang baru tiba, telah melalui pemeriksaan ketat. Hasilnya, kualitas Minyakita di gudang Bulog dipastikan aman dan layak konsumsi.

“Alhamdulillah kualitasnya baik, tidak ada yang menjadi keluhan,” kata Rizal. 

Untuk memastikan aspek keamanan produk secara langsung, pihak Bulog juga membuka sampel kemasan dan melakukan uji goreng. Dari pengujian langsung tersebut, minyak yang digunakan untuk memasak terbukti memiliki kualitas yang aman tanpa indikasi penyimpangan seperti isu yang beredar.

Baca Juga: Rencana Pusat Naikkan HET, MinyaKita Kosong di Pasar Renteng Lombok Tengah

Rizal menjelaskan, jaminan kualitas ini terwujud berkat sistem pengawasan berlapis atau double check yang diterapkan oleh Bulog. Pasokan Minyakita untuk wilayah NTB sendiri berasal dari empat perusahaan pabrikan di Jawa Timur, yakni PT Mahesi, PT Apical, PT Smart, dan PT Wilmar.

“Karena pabrikannya ada di Jawa Timur, kami dibantu oleh kawan-kawan Bulog di Jawa Timur untuk dilakukan pengecekan sebelum dikirimkan ke NTB. Sampai di sini pun, kita ada tim namanya Jastasma untuk melakukan pengecekan kembali sebelum komoditi kita terima,” terangnya.

Untuk wilayah NTB dan Jawa Timur selaku daerah asal pasokan, ia menjamin sejauh ini tidak ada keluhan serupa yang diterima.

Meski kondisi di NTB dipastikan nihil dari kasus tersebut, Bulog tetap berkomitmen untuk mengambil langkah tegas jika nantinya ditemukan produk yang tidak sesuai standar di tengah masyarakat. 

Baca Juga: Stok Melimpah, BULOG Rapel Bantuan Pangan Dua Bulan Sekali Gus: Setiap Keluarga Terima 20 Kg Beras dan 4 Liter MinyaKita

“Kalau memang ada seperti itu, kita segera lakukan penarikan dan kami akan berkoordinasi dengan pihak pabrikannya,” tegasnya.

Menyikapi situasi ini, Rizal mengimbau masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram, agar tetap tenang dan tidak perlu panik, apalagi sampai melakukan aksi borong atau panic buying. Pasalnya, stok Minyakita saat ini dalam kondisi melimpah dan siap digelontorkan secara rutin.

“Stoknya tersedia dan banyak. Setiap hari kami gelontorkan ke pasar-pasar induk yang ada di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya. Jadi masyarakat tidak usah panik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida memaparkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog sejak Selasa lalu sebelum akhirnya turun langsung melakukan pengujian.

“Kita mengantisipasi isu yang berada di Jawa Tengah terkait adanya campuran untuk Minyakita ini. Kita lanjut ke lapangan untuk menguji apakah kebenaran isu campuran itu berimbas ke daerah kita,” katanya.

Antisipasi ketat ini krusial dilakukan mengingat volume pasokan Minyakita yang masuk ke Mataram terbilang besar. Pada hari pelaksanaan sidak saja, tercatat ada sekitar 48 ribu liter pasokan yang masuk melalui Bulog. Momentum ini pun langsung dimanfaatkan tim gabungan untuk melakukan uji sampel di tempat.

“Setelah kita lihat di lapangan tidak ada (campuran). Masih murni Minyakita, tidak ada seperti isu yang beredar di Pulau Jawa itu,” terangnya.

Terkait tingkat konsumsi, Nida mengakui Minyakita menjadi primadona di Kota Mataram. Tingginya minat masyarakat dipicu oleh faktor harga yang sangat terjangkau serta terpaut jauh di bawah harga minyak goreng kemasan premium maupun merek dagang lainnya.

Oleh karena itu, Nida meminta warga Kota Mataram untuk tidak perlu khawatir ataupun melakukan aksi borong secara berlebihan. Disdag memastikan rantai pasok ke pasar-pasar tradisional berjalan intensif hampir setiap pekan.

 

“Untuk di pasar pantauan seperti Pasar Induk Mandalika dan Pasar Kebon Roek, masing-masing pasar digelontorkan sebanyak 30 dus,” jelasnya. (chi) 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Bulog Kanwil NTB #gudang bulog #Minyak Subsidi #Mataram #MinyaKita