LombokPost - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memastikan persediaan minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyakita di Kota Mataram saat ini dalam kondisi aman. Berdasarkan koordinasi terbaru dengan Perum Bulog, ketersediaan stok tercatat mencapai 24.000 liter.
“Sebanyak 24.000 liter stok Minyakita itu ada di Bulog, dan dipastikan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan,” kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida.
Saat ini, penyaluran Minyakita melalui mitra Bulog dikurangi dan dipusatkan hanya pada dua pasar utama, yakni Pasar Induk Mandalika dan Pasar Kebon Roek.
Langkah ini diambil karena keterbatasan kuota berjalan, sehingga beberapa pasar lain seperti Pasar Dasan Agung, Pasar Sayang-Sayang, dan Pasar Pagesangan terpaksa dihentikan sementara waktu.
“Tetapi pihak Bulog sudah melakukan pre-order (PO) Minyakita. Jika barangnya sudah datang dan kuota yang diberikan lebih banyak, Bulog akan segera mendistribusikan kembali ke mitra-mitra yang ada di pasar tradisional lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Stok Minyakita Melimpah, Bulog Prioritaskan Pasar
Ia memaparkan, jumlah mitra kerja sama Bulog di setiap pasar tradisional bervariasi namun totalnya mencapai puluhan pedagang.
Di Pasar Kebon Roek misalnya, terdapat sekitar 24 hingga 26 mitra aktif. Masing-masing mitra mendapatkan jatah kuota sebanyak 30 dus, di mana satu dus berisi 12 bungkus kemasan satu liter.
Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, seluruh mitra diwajibkan menjual Minyakita ketat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter. Disdag bersama Bulog juga memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat di lapangan agar tidak ada oknum pedagang yang memanfaatkan situasi.
“Dalam operasionalnya, mitra Bulog di pasar terus diawasi agar tidak menjual di atas HET. Jika masyarakat menemukan adanya pelanggaran, silakan dilaporkan agar bisa segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Penyaluran minyak goreng subsidi ini menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah melambungnya harga minyak goreng premium. Saat ini, harga minyak goreng premium varian paling murah telah menyentuh angka Rp 23 ribu per liter. Dengan selisih harga mencapai Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per liter. Minyakita menjadi pilihan paling ekonomis bagi konsumen.
Tingginya animo masyarakat membuat komoditas ini sangat cepat terserap pasar. Untuk mengantisipasi aksi borong dan menjaga pemerataan, Bulog saat inu menerapkan pembatasan pembelian maksimal 2 liter per konsumen di tingkat mitra pasar.
“Minyakita ini benar-benar menjadi primadona di pasar tradisional. Sering kali kalau hari Selasa disalurkan oleh Bulog, pada hari Rabu-nya stok di tingkat mitra sudah habis terjual,” pungkasnya.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB Rizal P. Sukmaadijaya, mengungkapkan rata-rata pengeluaran atau penyaluran Minyakita ke pasar tradisional menyentuh angka 7.000 hingga 8.000 liter per hari.
“Diproyeksikan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga satu sampai dua bulan ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Sidak Gudang Bulog, Minyakita Mataram Dipastikan Bebas Campuran
Khusus untuk wilayah Kota Mataram mendapat porsi atensi yang besar mengingat tingkat penyerapan yang sangat tinggi. Untuk wilayah Kota Mataram sendiri, pasokan rutin yang digelontorkan berkisar di angka 7.000 sampai 8.000 liter per harinya. Tingginya angka dropping harian ini selaras dengan profil wilayah cakupan pelayanan komoditas komersial dan publik milik Kanwil NTB.
“Wilayah pelayanan yang dikawal langsung oleh Kanwil NTB ini meliputi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Utara. Namun,“ pungkasnya.
Editor : Kimda Farida