Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Target Pertumbuhan Ekonomi Kota Mataram 6,03 Persen

Chia • Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:04 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mematok target pertumbuhan ekonomi yang cukup berani untuk tahun 2026, yakni di kisaran 4,92 persen hingga 6,03 persen.

Angka ini terbilang ambisius mengingat kondisi perekonomian masyarakat di tingkat bawah saat ini tengah lesu. 

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Bramantyo Ganeru mengatakan, sektor pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif tidak menjadi tumpuan utama.

Sektor ini dinilai belum mampu memberikan daya dorong besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Kalau itu (UMKM dan ekonomi kreatif) kontribusinya kecil,” katanya.

Baca Juga: Beri Klarifikasi, BPS Mataram: Sensus Ekonomi Bukan Urusan Pajak

Alih-alih memperkuat sektor mikro, Pemkot justru memilih bergantung pada suntikan investasi proyek fisik raksasa dan sektor formal untuk mendongkrak angka tersebut.

Sebagai gantinya, pemenuhan target maksimal 6,03 persen itu akan mengandalkan sektor makro seperti perdagangan, jasa, industri, konstruksi, dan keuangan.

Pemkot mengaku tidak bisa hanya bersandar pada kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan sangat dipicu oleh derasnya investasi dan proyek infrastruktur besar yang masuk ke Kota Mataram.

Salah satu motor utamanya adalah proyek pusat berupa pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) yang menelan anggaran fantastis lebih dari Rp 700 miliar.

Selain itu, ada juga proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo.

“Jadi besar nilai investasi yang masuk. Melalui perencanaan dan penyesuaian yang dilakukan, kita optimistis target di kisaran itu bisa dicapai,” terangnya.

Baca Juga: Di Depan Emak-emak, Mohan Banggakan Pertumbuhan Ekonomi Mataram

Dari internal daerah, APBD Kota Mataram difokuskan sebagai stimulan melalui proyek fisik penyerap tenaga kerja. Di antaranya adalah kelanjutan pembangunan Kantor Wali Kota Mataram atau Bale Mentaram.

Proyek yang menelan Rp 58 miliar di tahap awal ini dipastikan berlanjut ke tahan selanjutnya dengan mekanisme tahun jamak atau multiyears. Yakni Rp 60 miliar di tahun 2026 dan masing-masing Rp 70 miliar pada periode 2027-2028.

Asumsi optimis Pemkot ini berkaca pada capaian tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kota Mataram tumbuh positif di angka 5,43 persen, melonjak signifikan sebesar 1,31 poin dari tahun 2024 yang hanya 4,12 persen.

Sebelumnya, Kepala BPS Kota Mataram Reza Moh Nugraha menyebutkan, pertumbuhan di tahun 2025 memang didominasi oleh empat subkategori besar. 

“Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menyumbang 1,32 persen, disusul Jasa Perantara Keuangan 1,19 persen, Konstruksi 0,72 persen, dan Industri Makanan Minuman 0,58 persen,” jelasnya.

 

Editor : Kimda Farida
#ekonomi masyarakat #Pemkot Mataram #Mataram #Pertumbuhan Ekonomi #Bappeda Kota Mataram