LombokPost — Aksi anarkis sekelompok remaja yang diduga membawa senjata tajam jenis celurit di kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram, memicu respons keras dari kalangan legislatif. Rekaman CCTV yang viral di media sosial pada Minggu dini hari, 12 Juli 2026, memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap seorang pemuda di trotoar yang kini meresahkan warga kota.
"Harus diusut tuntas pelakunya, berikan sanksi sesuai aturan hukum yang ada," tegas Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Muhammad Al Hariri, saat dimintai tanggapan, Senin (13/7/2026).
Politisi PPP ini mengutuk keras kemunculan kelompok kriminal maupun kenakalan remaja anarkis yang dengan sengaja mengganggu ketertiban umum. Dirinya mendesak agar aparat tidak memberi ruang bagi tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat di ruang publik.
"Jangan biarkan keadaan seperti ini terjadi lagi di wilayah Kota Mataram," tegas Al Hariri dengan nada bicara serius.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, Komisi IV meminta Pemerintah Kota Mataram segera mengambil langkah konkret di lapangan. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian harus ditingkatkan guna memetakan kembali titik-titik yang selama ini dikenal rawan kriminalitas jalanan.
"Pemkot harus mulai dan lebih intens untuk patroli keamanan bersama aparat kepolisian di wilayah-wilayah rawan kekerasan," pintanya.
Menurut Al Hariri, upaya pencegahan secara preventif jauh lebih efektif dibandingkan sekadar melakukan penindakan setelah jatuhnya korban. Namun, ia juga menggarisbawahi penegakan hukum tidak boleh kendur jika upaya pembinaan sudah tidak lagi berjalan efektif.
"Apabila tidak bisa dibina maka sanksi hukum harus ditegakkan guna memberikan efek jera," tegas politisi PPP ini.
Menurutnya, penyelesaian masalah kenakalan remaja dinilai tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat keamanan semata. Lingkungan terkecil seperti keluarga, orang tua, serta masyarakat sekitar memegang peran krusial dalam mengontrol aktivitas anak-anak mereka.
"Orang tua, keluarga dan masyarakat juga harus berperan aktif melihat dan memantau keberadaan anak, apalagi beranjak dewasa," ucapnya.
Baca Juga: Polisi Tegaskan Tak Ada Geng Motor di Mataram
Pengawasan ketat terhadap pola pergaulan, pelacakan posisi anak, hingga penerapan jam wajib pulang menjadi instrumen penting pencegahan dari hulu. Kolaborasi seluruh elemen ini diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan dan keamanan di wilayah ibu kota provinsi.
"Itu semua penting sebagai bentuk pencegahan dari keluarga," tutup Al Hariri.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin