“Dan mereka merasa terdorong ingin kembali ke kota,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Jumat (3/7).
Imbauan tersebut berlaku bagi seluruh pelaku usaha. Mulai dari perhotelan, restoran, UMKM kuliner hingga penjual suvenir.
Menurutnya, menjaga kepercayaan wisatawan jauh lebih penting dibanding mengejar keuntungan sesaat saat kunjungan wisata meningkat. “Kami menghimbau seluruh pelaku usaha, baik perhotelan, kuliner maupun suvenir, agar memberikan pelayanan terbaik dan harga yang bersahabat,” tegasnya.
Cahya meminta jangan sampai ada kenaikan harga. Bila perlu justru memberikan harga promo. “Agar wisatawan merasa nyaman berkunjung ke Kota Mataram,” ujarnya.
Salah satu momentum besar yang mulai dipersiapkan sejak sekarang adalah penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Sebagai daerah penyangga kawasan Mandalika, Kota Mataram diperkirakan kembali menjadi tujuan menginap, berwisata kuliner, berbelanja suvenir hingga persinggahan ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang menyaksikan ajang balap dunia tersebut.
Karena itu, seluruh sektor pariwisata diminta mulai mempersiapkan diri sejak dini. Tidak hanya dari sisi pelayanan, tetapi juga menjaga stabilitas harga agar tidak menimbulkan kesan negatif bagi wisatawan.
Menurut Cahya, seluruh hotel telah menyatakan kesiapan menerima tamu selama penyelenggaraan MotoGP. Sementara itu, sektor kuliner yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama Kota Mataram juga diyakini tetap menjadi magnet bagi wisatawan setelah menikmati berbagai aktivitas di kawasan Mandalika.
Selain menyiapkan pelayanan, Dinas Pariwisata menyelaraskan sejumlah agenda wisata tahunan dengan kalender MotoGP. Langkah tersebut dilakukan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan atraksi selama berada di Pulau Lombok dan terdorong memperpanjang masa tinggal di Kota Mataram.
“Ada beberapa event tahunan yang kebetulan bertepatan dengan MotoGP. Kegiatan ini akan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang sehingga mereka tidak hanya menonton balapan,” katanya.
Ia menegaskan, MotoGP bukan sekadar agenda olahraga internasional, tetapi menjadi peluang besar menggerakkan perekonomian daerah. Dampaknya diharapkan dirasakan oleh sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, transportasi hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Karena itu, Cahya berharap seluruh pelaku usaha bersama-sama menjaga citra Kota Mataram. Sebagai kota penyangga Mandalika yang ramah terhadap wisatawan, baik melalui kualitas pelayanan maupun harga yang tetap kompetitif.
“Kami berharap euforia MotoGP menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” tutupnya.
Baca Juga: Gebrakan Baru! Wali Kota Mohan Kerahkan PPPK Mataram Jadi Agen Bansos ke Rumah-Rumah Warga
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin