Pojok Baca Sangkareang Cuma Jadi Pajangan, Ismul Hidayat Desak Pemkot Alih Fungsi Jadi Musala

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 22:05 WIB
Bangunan Pojok Baca yang berada di Taman Sangkareang tampak sepi pengunjung, kemarin (29/7).
Bangunan Pojok Baca yang berada di Taman Sangkareang tampak sepi pengunjung, Rabu (29/7).

 LombokPost – Keberadaan bangunan taman baca di kawasan Taman Sangkareang, mendapat sorotan dari Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat. Ia menilai fasilitas yang dibangun untuk meningkatkan minat baca masyarakat itu belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sebaiknya dievaluasi kalau tidak dimanfaatkan,” sarannya, Rabu (29/7).

Menurut Ismul, pemerintah seharusnya tidak membiarkan aset publik nganggur. Harusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang datang ke ruang terbuka tersebut.

“Taman Bacaan Sangkareang jangan hanya jadi pajangan saja,” kritiknya.

Anggota Komisi 3 DPRD itu mengatakan, apabila taman baca belum dapat diaktifkan sebagaimana fungsi awalnya, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan pemanfaatan lain. Fasilitas yang lebih dibutuhkan masyarakat.

Salah satu alternatif yang diusulkannya mengalihfungsikan bangunan tersebut menjadi tempat ibadah. Menurutnya, fasilitas itu akan lebih bermanfaat, terutama bagi orang tua yang mendampingi anak-anak bermain di Taman Sangkareang maupun warga yang sedang beraktivitas di kawasan tersebut.

“Kalau taman baca ini tidak diaktifkan, lebih baik dijadikan Musala bagi orang tua yang mendampingi anaknya di Taman Sangkareang. Buat bermanfaatlah, jangan dibangun tetapi tidak difungsikan,” ujarnya.

Ismul menegaskan usulan tersebut bukan berarti mengabaikan pentingnya budaya literasi. Sebaliknya, ia berharap fungsi taman baca tetap dijalankan apabila pemerintah memiliki komitmen menghadirkan ruang baca yang aktif.

Hal itu harus ditunjukkan dengan menyediakan koleksi buku yang menarik. Berikutnya ditunjang fasilitas literasi, petugas, hingga kegiatan literasi yang rutin.

Namun, apabila hingga kini fasilitas tersebut belum mampu menjalankan fungsi harus dievaluasi. Pemanfaatan aset menjadi langkah yang lebih bijak dibanding membiarkannya terbengkalai.

Baca Juga: Pelayanan Tanpa Sekat, Dukcapil Peduli Dekatkan Akses bagi Kelompok Rentan

Menurutnya, setiap fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah harus memberikan manfaat langsung. Karena itu, keberadaan taman baca tersebut perlu dikaji kembali agar tidak sekadar menjadi bangunan yang jarang digunakan.

“Intinya aset pemerintah harus hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ismul juga mendorong pemerintah mengevaluasi pengelolaan seluruh fasilitas publik di Kota Mataram. Agar benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat. 

Ia berharap ruang-ruang publik yang telah dibangun dengan anggaran daerah tidak berhenti sebagai proyek fisik. “Harus mampu menghadirkan aktivitas yang memberi nilai tambah bagi warga,” tegasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Kota Mataram pojok baca sangkareang musala Ismul Hidayat DPRD Mataram