Perputaran Uang di Pasar Rakyat Tembus Rp 300 Juta

Chia • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:20 WIB
Warga saat menyerbu telur di pasar rakyat, beberapa waktu lalu.
Warga saat menyerbu telur di pasar rakyat, beberapa waktu lalu.

LombokPost - Perputaran uang pada pasar rakyat yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram di enam kelurahan diperkirakan menembus angka hingga Rp 300 juta.

Tingginya antusiasme warga dalam menyerap komoditas bahan pokok penting (bapokting) menjadi pendorong utama meroketnya transaksi harian di setiap titik pelaksanaan.

“Itu hampir Rp 50 juta per titik,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida.  

Diketahui, kegiatan pasar murah ini digelar di enam titik kelurahan padat penduduk jelang Maulid.

Di antara lain, Kelurahan Kebun Sari, Ampenan; Getap Barat, Cakranegara; Kekalik Jaya, Sekarbela; Pejeruk, Ampenan; Mapak Dasan, Sekarbela; dan Geguntur, Sekarbela.

Nida mengungkapkan, rata-rata perputaran uang di satu titik lokasi pasar murah mampu mendekati angka Rp 50 juta per hari.

Baca Juga: Rahasia Khalid Basalamah Kembalikan Uang, KPK Ungkap 'Pasar Gelap' Kuota Haji

“Contohnya kegiatan di Kantor Lurah Pejeruk, transaksinya hampir mendekati Rp50 juta, tepatnya sekitar Rp 49 juta sekian. Di kelurahan lain rata-rata juga Rp 40 juta sekian. Jadi kalau dihitung dari lima sampai enam titik lokasi, total perputaran uangnya sudah mendekati Rp 300 juta," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di enam kelurahan tersebut berpatokan pada wilayah dengan padat penduduk serta memiliki tingkat antusiasme masyarakat yang tinggi.

Langkah ini diambil untuk mendekatkan akses kebutuhan pokok secara langsung kepada warga sekaligus menjaga kestabilan harga pasar.

Selain itu, Disdag juga mempertimbangkan kesiapan serta efisiensi dari para distributor yang dilibatkan.

Hal ini dilakukan agar barang dagangan yang dibawa oleh 30 hingga 40 distributor pendukung dapat terserap maksimal tanpa menyisakan stok.

"Jangan sampai barang yang dibawa tidak habis. Karena itu kami pilih lokasi yang masyarakatnya benar-benar antusias," jelasnya.

Baca Juga: Uang Rakyat Kembali! IASC Kembalikan Dana Milik Korban Scam, Begini Cara Lapor Agar Dana Anda Bisa Balik!

Dari berbagai komoditas yang disediakan, telur ayam, minyak goreng kemasan MinyaKita, dan gula pasir menjadi komoditas paling diburu warga. Hal tersebut dipicu oleh perbandingan harga di pasar murah yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar retail saat ini.

Telur ayam dijual pada kisaran Rp 39 ribu hingga Rp 45 ribu per tray, jauh di bawah harga pasar yang masih bertahan di angka Rp 50 ribu an per tray.

Sementara itu, MinyaKita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 15.700 per liter.

“Untuk MinyaKita dari Bulok saja, pasokan yang dikeluarkan mencapai 50 karton atau sekitar 600 liter per hari di satu titik dan itu selalu habis terjual. Itu belum termasuk pasokan dari distributor lain seperti Nusindo, PPI, maupun distributor swasta lainnya,”tambahnya.

Sementara untuk komoditas gula pasir, pasokan dari Rose Brand dijual seharga Rp 17.500 per kilogram sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP).

Harga ini dinilai sangat membantu masyarakat mengingat harga gula di pasaran retail saat ini telah melonjak hingga Rp 18.500 sampai Rp 19 ribu per kilogram.

Baca Juga: Rela Mati Lawan Korupsi, Prabowo Murka, Ancam Si Pelaku Garong Uang Rakyat: Hentikan, atau...

“Kalau gula memang sudah naik dari lama ya,” singkatnya.

Kepala Disdag Kota Mataram Irwan Harimansyah mengatakan, pasar rakyat memang menjadi kegiatan rutin. Itu untuk mengantisipasi lonjakan harga dari permintaan yang kian bertambah faktor maulid.

“Sudah lama kita selenggarakan itu,” singkatnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
uang pasar rakyat disdag Mataram pemkot HAP