LombokPost - Kebiasaan warga Kota Mataram membayar retribusi parkir menggunakan uang tunai bakal segera digantikan dengan cara baru yang lebih praktis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tengah mematangkan inovasi pembayaran parkir berbasis digital, salah satunya dengan memanfaatkan rompi khusus yang dikenakan langsung oleh para juru parkir (jukir).
“Jadi udah tidak cash lagi, tidak tunai,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri.
Perubahan jukir ini menjadi salah satu strategi baru dari Pemkot setelah melakukan studi tiru ke Kota Surabaya pada awal Agustus lalu.
Kode QRIS yang biasanya dikalungkan di leher jukir dinilai kurang efektif dan mengganggu kenyamanan transaksi. Sebagai solusinya, kode QRIS akan langsung disablon pada rompi resmi jukir sesuai dengan identitas titik lokasi parkir masing-masing.
Ini untuk memudahkan masyarakat saat bertransaksi sekaligus mempercepat proses pembayaran di tepi jalan umum.
Baca Juga: Tembus Rp 200 Ribu Per Shift! Dishub Mataram Buka-Bukaan Hasil Uji Petik Potensi Parkir
“Jadi barcodenya tidak lagi dikalungkan. Nanti langsung disablon pada rompi sesuai dengan kode titik parkirnya. Ini akan jauh lebih praktis bagi pengendara,” ujarnya.
Selain pembaruan rompi QRIS, Pemkot juga menyiapkan sistem parkir prabayar menggunakan kartu uang elektronik atau e-money.
Kehadiran kartu e-money ini diproyeksikan menjadi alternatif utama bagi warga yang ingin bertransaksi cepat tanpa perlu mengeluarkan ponsel atau uang kembalian.
Sebagai langkah awal sebelum dilepas ke masyarakat luas, Pemkot akan menguji coba penggunaan e-money ini kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot.
“Nanti ASN dulu yang akan membeli e-money di Badan Keuangan Daerah (BKD). Kartu itu yang kemudian ditunjukkan atau ditempelkan kepada perangkat yang dipegang jukir,” tambahnya.
Saat ini, Pemkot bersama BKD, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Diskominfo tengah menyiapkan perangkat pemindai atau scan serta regulasi pendukung.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, modernisasi atribut rompi jukir dan uji coba e-money ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir triwulan ketiga.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin, optimis transformasi gaya bertransaksi yang lebih modern dan praktis ini tidak hanya memanjakan pengguna jalan, tetapi juga secara otomatis mendongkrak efisiensi serta penerimaan retribusi daerah.
“Kita siapkan dulu ya,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida