Mataram Jadi Daerah Siaga Stroke Kedua di Indonesia

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 10:51 WIB
Penyerahan penghargaan pada Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Ketua TP PKK Kota Mataram Kinnastri Mohan Roliskana, dan Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Eka Nurhayati dari ENGLE Initiative
Penyerahan penghargaan pada Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Ketua TP PKK Kota Mataram Kinnastri Mohan Roliskana, dan Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Eka Nurhayati dari ENGLE Initiative

 

 

 

LombokPost– Upaya memperkuat kesiapsiagaan stroke di Kota Mataram tak hanya dilakukan di lingkungan rumah sakit. RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memperluas jejaring penanganan hingga masyarakat dengan melibatkan ribuan kader sebagai ujung tombak deteksi dini.

 

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan rumah sakit mulai membangun inovasi pemberdayaan stroke sejak 2023. Program tersebut mencakup penanganan dini, layanan kegawatdaruratan, kuratif hingga rehabilitasi.

 

Menurut Eka, penguatan layanan tidak cukup hanya dilakukan di dalam rumah sakit. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan mengenali tanda awal serangan stroke sehingga pasien dapat segera memperoleh pertolongan.

 

“RSUD tidak hanya memperkuat pelayanan di dalam rumah sakit, tetapi juga secara aktif melatih kader TP PKK di seluruh wilayah Kota Mataram untuk mengenali tanda-tanda awal serangan stroke dan memahami pentingnya respons cepat,” katanya.

 

Baca Juga: Bongkar Suap HGB Summarecon, KPK Sita ''Pelicin'' Rp 106 Miliar, 8 Tersangka Ditahan

 

Eka menjelaskan, kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan stroke. Karena itu, RSUD H. Moh. Ruslan juga memperkuat layanan pra-rumah sakit melalui PSC 119 serta pemanfaatan emergency button yang dapat digunakan masyarakat untuk meminta pertolongan.

 

Menurut dia, sistem tersebut memungkinkan tim memberikan respons cepat ketika menerima laporan kasus stroke. Ia menyebut waktu respons dari panggilan hingga tim kembali ke rumah sakit dapat dilakukan kurang dari 10 menit.

 

“Kecepatan itu sangat penting dalam penanganan stroke. Ada golden period, yaitu pasien harus mendapatkan penanganan secepat mungkin,” ujarnya.

 

Penguatan sistem tersebut kemudian berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas layanan rumah sakit. Eka menyebut RSUD H. Moh. Ruslan memperoleh penghargaan internasional dari Angels Initiative dan World Stroke Organization dalam pelayanan stroke.

 

Baca Juga: Gubernur NTB Ingatkan PMI Tentang Pentingnya Budaya Kerja

 

Pada 2026, RSUD H. Moh. Ruslan disebut kembali memperoleh Gold Status untuk layanan emergency stroke. Capaian itu menjadi bagian dari rangkaian penghargaan yang diterima rumah sakit dalam pengembangan layanan stroke.

 

Eka mengatakan penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan Angels Initiative dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Dukungan tersebut antara lain digunakan untuk pengembangan kompetensi tenaga medis dan pelatihan bagi tenaga kesehatan di NTB.

 

Di tingkat masyarakat, RSUD juga terus memperluas pelatihan kader. Eka menyebut sekitar 2.430 kader di Kota Mataram telah terlibat dalam upaya kesiapsiagaan stroke.

 

“Kader memiliki peran strategis di masyarakat. Kami terakhir mengadakan workshop pelatihan terhadap kader se-Kota Mataram dan alhamdulillah disambut dengan baik,” katanya.

 

Menurut Eka, keterlibatan kader menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanganan stroke dari tingkat masyarakat. Dengan masyarakat yang mampu mengenali gejala, kader yang sigap, serta layanan medis yang cepat, pasien diharapkan dapat segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang sesuai.

Baca Juga: Kemenkum NTB Bidik UMKM Sumbawa, Dorong Pelaku Usaha Lindungi Merek

 

Eka juga melaporkan, sejak 2023 hingga 2026, tim RSUD H. Moh. Ruslan telah menangani ratusan pasien stroke. Ia menyebut sekitar 234 pasien berhasil diselamatkan dari risiko kecacatan maupun kematian melalui layanan yang dikembangkan rumah sakit.

 

“234 orang tidak jadi cacat. Mereka bisa pulang seperti sediakala. Ini luar biasa,” ujarnya.

 

Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara rumah sakit, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader dan masyarakat. Karena itu, penguatan jejaring kesiapsiagaan stroke dinilai perlu terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin luas.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Mataram Daerah Siaga Stroke Mohan Roliskana RSUD Mataram ANGELS Initiative PSC 119 Mataram