Dulu Dipenuhi PKL Caplok Jalan, Kini Jalan Adi Sucipto Jadi Pedestrian Cantik nan Hijau

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:03 WIB
Bunga bermekaran di taman mini trotoar jalan Adi Sucipto, Kota Mataram.
Bunga bermekaran di taman mini trotoar jalan Adi Sucipto, Kota Mataram.

 

 

LombokPost – Wajah Jalan Adi Sucipto, Rembiga, Kota Mataram, kini berubah. Kawasan yang sebelumnya identik dengan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang trotoar perlahan menjelma menjadi ruang publik yang lebih lapang, tertata dan hijau.

 

Perubahan itu terlihat jelas di koridor depan eks Bandara Selaparang, khususnya kawasan depan Supermarket Mario. Setelah 105 PKL direlokasi ke area eks Bandara Selaparang pada Maret lalu, Pemerintah Kota Mataram mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki.

 

Penataan fisik kawasan tersebut dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Bukan sekadar memperbaiki permukaan trotoar, PUPR mengubah konsepnya dengan menghadirkan taman mini di bagian tengah jalur pedestrian.

 

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, penataan dilakukan sepanjang sekitar 500 meter dengan konsep yang memadukan fungsi pedestrian dan ruang hijau.

Baca Juga: Desa Tanjung Tetap Dipertahankan, Kelurahan Baru Disiapkan

“Trotoar di depan Supermarket Mario lebarnya sekitar 3,5 meter. Kami padukan dengan taman mini, tapi tetap menyediakan ruang yang cukup untuk pejalan kaki,” kata Lale.

 

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan planter box sebagai wadah tanaman di sepanjang jalur. Material trotoar juga ditata menggunakan paving block yang dibuat senada dengan kawasan trotoar di sisi utara eks Bandara Selaparang.

 

Untuk pekerjaan fisiknya, PUPR mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta. Sebelumnya, Pemkot Mataram mengalokasikan sekitar Rp400 juta untuk penataan kawasan tersebut. Pekerjaan meliputi penataan trotoar, pembangunan planter box hingga elemen estetika kawasan.

 

Lale mengatakan, konsep penataan tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota. Lebih jauh, keberadaan taman di tengah trotoar diharapkan menciptakan ruang pedestrian yang lebih nyaman sekaligus memberikan sentuhan hijau pada salah satu koridor utama Kota Mataram.

 

“Penataan itu diharapkan mampu meningkatkan nilai estetika Kota Mataram serta memberikan kenyamanan lebih bagi para pejalan,” ujarnya.

 

Dari Kawasan PKL Jadi Ruang Pedestrian

Baca Juga: Kepala BKN Pimpin Apel Kedisiplinan Pemprov NTB, ASN Harus Ubah Cara Berpikir dan Bekerja

Transformasi Jalan Adi Sucipto tidak bisa dilepaskan dari penataan PKL. Sebelum direlokasi, trotoar di kawasan tersebut dipenuhi lapak dan aktivitas perdagangan yang membuat ruang pedestrian kehilangan fungsi utamanya.

 

Pemkot Mataram kemudian merelokasi 105 PKL ke dalam kawasan eks Bandara Selaparang. Langkah tersebut sekaligus membuka ruang bagi PUPR untuk mengembalikan fungsi trotoar dan menata kawasan secara lebih menyeluruh.

 

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang sebelumnya mengatakan, penataan trotoar dilakukan untuk mengembalikan fungsi pedestrian sekaligus meningkatkan estetika kota.

 

“Alhamdulillah, setelah PKL direlokasi ke areal eks Bandara Selaparang pada 2 Maret 2026, kawasan tersebut kini lebih kondusif dan arus lalu lintas lebih lancar,” kata Martawang.

 

Setelah aktivitas PKL dipindahkan, ruang yang sebelumnya digunakan untuk lapak dan aktivitas perdagangan kini dapat dimanfaatkan pejalan kaki. Penataan juga membuat koridor tersebut memiliki elemen ruang hijau yang sebelumnya tidak menjadi bagian utama dari kawasan.

 

 

Baca Juga: DPMPTSP Mataram Minta Pelaku Usaha Tertib Laporkan Realisasi Investasi Lewat LKPM

PUPR menyebut, setelah penataan sekitar 500 meter tersebut rampung, terdapat rencana untuk melanjutkan penataan ke arah barat apabila mendapat dukungan anggaran pada APBD Perubahan 2026.

 

PUPR Bangun, DLH Siapkan Tanaman

 

Dalam penataan ini, PUPR menjadi pelaksana utama pekerjaan fisik. Sementara untuk melengkapi ruang hijau, PUPR berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pengadaan dan penanaman tanaman.

 

Artinya, perubahan wajah Jalan Adi Sucipto tersebut merupakan bagian dari penataan yang saling melengkapi. PUPR mengerjakan infrastruktur trotoar dan elemen taman, sementara unsur tanaman menjadi bagian yang dilengkapi melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

 

Kini, kawasan yang dahulu dikenal sebagai salah satu titik konsentrasi PKL tersebut mulai memperlihatkan wajah berbeda. Trotoar menjadi lebih lapang, jalur pejalan kaki lebih jelas, sementara taman di bagian tengah memberikan ruang hijau yang memperkuat estetika koridor.

Baca Juga: DPMPTSP Mataram Minta Pelaku Usaha Tertib Laporkan Realisasi Investasi Lewat LKPM

Penataan itu sekaligus menjadi contoh bagaimana relokasi aktivitas perdagangan dari ruang pedestrian dapat dilanjutkan dengan pembenahan fisik kawasan. Tidak berhenti pada penertiban, ruang yang telah dikosongkan kemudian dikembalikan fungsinya sebagai fasilitas publik.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan
Penataan Jalan Adi Sucipto Mataram Dinas PUPR Mataram Lale Widiahning Relokasi PKL Eks Bandara Selaparang