LombokPost — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram terus memacu langkah akselerasi transformasi digital kependudukan di wilayahnya. Langkah konkret terbaru ditunjukkan melalui pelayanan jemput bola fasilitas aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang menyasar jajaran kepolisian di Polresta Mataram.
“Strategi jemput bola ke instansi strategis ini kami lakukan agar petugas lapangan seperti agen perlindungan sosial bisa lebih cepat dan mudah mengakses layanan kependudukan,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram Irwan Rahadi, Kamis (29/10).
Layanan itu diberikan pada pada Kamis, 29 Oktober 2026. Dalam kegiatan itu, sebanyak delapan operator Dukcapil diterjunkan langsung ke markas Kepolisian Resor Kota Mataram.
Hasilnya, sekitar 150 personel kepolisian yang bertugas sebagai agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) berhasil memproses dan memverifikasi aktivasi akun IKD mereka secara langsung di lokasi. Langkah fasilitasi ini menjadi bentuk sinergi nyata antara Dukcapil dan institusi kepolisian.
Sekaligus mendukung kelancaran tugas-tugas sosial serta pengamanan di tengah masyarakat. Kehadiran IKD pada gawai para personel kepolisian diharapkan mampu memangkas alur birokrasi saat melakukan verifikasi data kependudukan di lapangan.
“Transformasi ke IKD bukan sekadar perubahan media dari kartu fisik ke aplikasi ponsel, melainkan pilar utama efisiensi pelayanan publik modern,” tegas mantan Kepala Satpol PP Kota Mataram ini.
Irwan menjelaskan pola koordinasi langsung ke instansi vertikal, lembaga pendidikan, hingga ke tingkat lingkungan masyarakat merupakan strategi utama. Mengejar target cakupan IKD secara inklusif.
Menurutnya, penetrasi IKD harus menyasar jajaran aparatur negara terlebih dahulu. Agar dapat menjadi contoh serta penggerak bagi masyarakat umum.
Baca Juga: Desak Penguatan Armada Sampah Lingkungan
Selain kemudahan akses, fleksibilitas dan tingkat keamanan IKD menjadi alasan utama pentingnya migrasi dokumen ini. Mengingat proses verifikasi awal memerlukan pemindaian kode QR khusus melalui petugas resmi.
Dukcapil memilih bertindak proaktif. Mendatangi instansi-instansi daripada menunggu warga datang ke kantor pelayanan.
“Sistem keamanan IKD sangat terjamin, mencegah pemalsuan dokumen, sehingga verifikasi awalnya memang wajib kami dampingi secara langsung,” ujarnya.
Seiring masifnya dorongan integrasi IKD, Dukcapil juga mengimbau masyarakat selalu mewaspadai modus penipuan. Berbasis tautan tidak resmi yang mengatasnamakan pengurusan IKD daring.
Pihak dinas menegaskan seluruh proses aktivasi IKD oleh petugas Dukcapil diberikan secara gratis. “Tanpa pemungutan biaya apa pun,” tegasnya.
Meski akselerasi digital terus dipacu, pelayanan administrasi kependudukan berbasis cetak fisik tetap berjalan seimbang. Sebagai upaya memenuhi kebutuhan warga yang belum memiliki gawai pintar.
Dukcapil memastikan ketersediaan blangko KTP-el maupun Kartu Identitas Anak (KIA) berada dalam posisi aman melayani skala prioritas. “Seluruh langkah akselerasi ini akan kami dorong secara konsisten ke berbagai lini demi tercapainya target kepemilikan IKD yang optimal,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post