
LombokPost - Rencana pengiriman beras dari NTB ke Timor Leste belum bisa direalisasikan tahun ini. “Tingginya biaya angkutan menjadi kendala utama,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Lalu Wiranata, Jumat (6/11).
Pemprov NTB telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat untuk mendorong ekspor beras ke Timor Leste. Bahkan, kebutuhan beras negara tersebut cukup besar, karena tidak memiliki lahan pertanian yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya.
Kebutuhan beras Timor Leste diperkirakan mencapai lebih dari 10 ribu ton, bahkan berpotensi jauh lebih besar. Sementara itu, NTB memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Bulog NTB Optimalkan Penyimpanan Beras dengan Metode Cocoon
Produksi beras daerah ini mencapai 1,7 juta hingga 1,8 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat diperkirakan hanya 800 ribu sampai 900 ribu ton. “Kita di NTB surplus sekitar 800 ribu ton,” jelasnya.
Pemprov NTB masih mencari skema transportasi yang lebih efisien agar beras dapat dikirim langsung ke negara tujuan tanpa harus memutar melalui Surabaya, Jawa Timur. Realisasinya pun diproyeksikan baru dapat dilakukan pada 2027.
Salah satu solusi yang ditawarkan, Pemprov NTB mendorong penambahan jalur tol laut untuk memperlancar distribusi barang. Saat ini, layanan tol laut di NTB baru tersedia melalui Pelabuhan Bima dan Pelabuhan Badas di Sumbawa.
Layanan jalur tol laut perlu diperluas hingga tersedia pula dari wilayah Lombok. “Kita minta tambah untuk yang di Lombok, karena memang belum ada,” tegasnya.
Menurutnya, NTB harus memiliki konektivitas langsung dengan wilayah lain, termasuk NTT yang berpotensi menjadi jalur perdagangan menuju Timor Leste.
Posisi Bumi Gora yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II melalui Selat Lombok juga menjadi potensi yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas perdagangan dan ekspor.
Namun, potensi jalur laut tersebut belum sepenuhnya didukung ketersediaan angkutan dengan biaya kompetitif. Selain mengupayakan penambahan jalur tol laut, Pemprov NTB juga mempertimbangkan kebutuhan pembangunan pelabuhan khusus ekspor.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




