
LombokPost — Keterbatasan sarana pengangkut sampah di tingkat pemukiman kembali memicu perhatian publik. Kalangan legislatif terus bersuara salah satunya dipicu viralnya foto seorang warga di Lingkungan Tembeloq, terpaksa mengangkut tumpukan kantong sampah menggunakan sepeda motor pribadi.
Alasannya sendiri telah diketahui akibat keterbatasan akses gang sempit. “Ya apapun alasannya kondisi ini memprihatinkan dan menunjukkan bahwa sektor pengangkutan sampah kita masih memerlukan perhatian serius terhadap kendaraan operasional yang layak,” ujar anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Sinta Primasari, Senin (2/11).
Sinta menilai penanganan kebersihan lingkungan harus ditata secara terstruktur dan berjenjang. Politisi perempuan yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram ini mendorong agar pemerintah kota lebih fokus membenahi sarana.
“Terutama motor sampah,” tegasnya.
Dia kemudian menekankan tiap kecamatan harus proaktif. Mengecek kondisi fasilitas penunjang di lapangan.
“Terutama saat kita memasuki musim penghujan agar infrastruktur kebersihan benar-benar siap,” tegasnya.
Selain persoalan armada fisik di lapangan, Sinta juga memberikan catatan kritis. Ia melihat efektivitas fasilitas pengelolaan sampah mandiri seperti pemanfaatan tempah dedoro.
Menurutnya, pengawasan berkala sangat diperlukan agar program itu tidak mubazir. Mengingat masih ada warga mencampur jenis sampah karena belum sepenuhnya tersosialisasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





