LombokPost – Marco Bezzecchi menorehkan salah satu kemenangan paling bersejarah dalam kariernya setelah menjuarai MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5). Pembalap Aprilia Racing itu tidak hanya mengamankan kemenangan keempat musim ini, tetapi juga memutus dominasi panjang Ducati di kandangnya sendiri.
Selama tujuh edisi terakhir yang digelar di Mugello, Ducati selalu keluar sebagai pemenang. Namun dominasi tersebut akhirnya berakhir setelah Bezzecchi tampil impresif dan membawa Aprilia Racing meraih kemenangan perdana di sirkuit legendaris Italia tersebut.
Keberhasilan itu semakin sempurna karena Jorge Martin turut mengamankan posisi kedua. Hasil tersebut menandai finis 1-2 pertama Aprilia di Mugello sepanjang sejarah MotoGP.
Baca Juga: Marc Marquez Resmi Fit Lanjutkan MotoGP Italia 2026, Siap Tampil Maksimal di Mugello
Balapan dimulai dengan sempurna bagi Bezzecchi yang langsung mempertahankan posisi terdepan selepas tikungan pertama.
Namun tekanan besar datang dari Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo Team itu berhasil mengambil alih pimpinan lomba pada fase awal balapan dan sempat terlihat akan mempertahankan tradisi kemenangan Ducati di Mugello.
Persaingan keduanya menjadi sajian utama sepanjang pertengahan balapan. Bagnaia beberapa kali mencoba menciptakan jarak, tetapi Bezzecchi terus menempel ketat.
Baca Juga: Cal Crutchlow Comeback di MotoGP Italia 2026, Resmi Gantikan Johann Zarco di Mugello
Momen krusial terjadi pada Lap 14. Bezzecchi melancarkan manuver agresif di Tikungan 1 dan berhasil merebut kembali posisi terdepan dari Bagnaia.
Sejak saat itu, pembalap bernomor 72 tersebut tidak lagi terkejar. Bezzecchi secara konsisten memperbesar jarak hingga akhirnya melintasi garis finis sebagai pemenang.
Tidak hanya Bezzecchi yang tampil impresif. Jorge Martin juga menunjukkan performa kuat sepanjang balapan.
Baca Juga: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Resmi Turun di FP1 MotoGP Italia 2026 di Mugello
Setelah sempat kehilangan posisi dari Bagnaia pada awal lomba, Martin perlahan menemukan ritme terbaiknya dan kembali menyerang menjelang pertengahan balapan.
Pembalap Spanyol itu akhirnya berhasil menyalip Bagnaia untuk merebut posisi kedua. Menyadari kecepatan Bezzecchi sulit dikejar, Martin memilih mengamankan finis runner-up sekaligus memastikan hasil bersejarah bagi Aprilia Racing.
Finis 1-2 ini menjadi salah satu pencapaian terbesar Aprilia sejak bergabung kembali sebagai tim pabrikan di MotoGP.
Di tengah dominasi Aprilia, Francesco Bagnaia menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang mampu naik podium. Juara dunia asal Italia itu harus bekerja keras hingga lap terakhir untuk mempertahankan posisi ketiga dari tekanan Ai Ogura.
Baca Juga: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Resmi Turun di FP1 MotoGP Italia 2026 di Mugello
Duel keduanya berlangsung dramatis. Bagnaia akhirnya mengamankan podium dengan keunggulan tipis hanya 0,034 detik atas rookie sensasional Trackhouse MotoGP Team tersebut.
Fabio Di Giannantonio melengkapi lima besar, sementara Pedro Acosta finis keenam setelah kehilangan salah satu winglet motornya akibat kontak saat balapan. Marc Marquez yang masih dalam proses pemulihan pascaoperasi harus puas finis ketujuh.
Kemenangan di Mugello membawa dampak besar bagi persaingan gelar juara dunia. Marco Bezzecchi kini semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2026. Pembalap Aprilia Racing itu memperlebar keunggulan menjadi 17 poin atas Jorge Martin yang berada di posisi kedua.
Baca Juga: Aleix Espargaro Bongkar Sensasi Motor MotoGP 850cc 2027: Lebih Liar, Ringan, dan Banyak Duel
Fabio Di Giannantonio tetap bertahan di peringkat ketiga klasemen, disusul Pedro Acosta pada posisi keempat. Sementara itu, Ai Ogura kembali naik ke posisi kelima dan menggeser rekan setimnya, Raul Fernandez. Keduanya kini hanya dipisahkan lima poin.
Di kubu Ducati, Francesco Bagnaia menempati posisi ketujuh klasemen, sedangkan Marc Marquez berada tepat di belakangnya dengan selisih 11 poin. Persaingan dipastikan semakin panas saat MotoGP memasuki putaran kedelapan di Balaton Park, Hungaria, pada 5-7 Juni mendatang.
Editor : Rury Anjas Andita