LombokPost – Marco Bezzecchi akhirnya mewujudkan mimpi yang telah dipendam sejak kecil. Pembalap Aprilia Racing itu sukses meraih kemenangan pertamanya di Grand Prix Italia setelah tampil dominan di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5).
Kemenangan tersebut terasa sangat spesial bagi Bezzecchi. Selain menjadi kemenangan kandang pertamanya di kelas utama MotoGP, hasil itu juga diraih di hadapan puluhan ribu tifosi yang memenuhi tribun Autodromo Internazionale del Mugello.
Sebelum balapan utama, Bezzecchi lebih dulu mencuri perhatian dengan mencetak rekor lap tercepat sepanjang masa di Mugello saat sesi kualifikasi. Catatan tersebut mengantarkannya meraih pole position kedua musim ini.
Baca Juga: Cal Crutchlow Comeback di MotoGP Italia 2026, Resmi Gantikan Johann Zarco di Mugello
Namun, balapan tidak berjalan mudah. Bezzecchi sempat kehilangan posisi terdepan pada lap kedua setelah disalip Francesco Bagnaia. Kesempatan merebut kemenangan baru datang pada Lap 14 ketika pembalap bernomor 72 itu melakukan manuver agresif di Tikungan 1 untuk kembali mengambil alih pimpinan lomba.
Setelah berada di depan, Bezzecchi mampu menjaga ritme hingga bendera finis dikibarkan. Kemenangan ini menjadi yang keempat baginya musim ini, sekaligus kemenangan ke-10 di kelas MotoGP dan kemenangan ke-16 sepanjang karier balapnya.
"Saya tidak percaya. Ini adalah impian saya sejak kecil. Rasanya luar biasa bisa mewujudkan mimpi ini di Mugello," ujar Bezzecchi usai balapan.
Baca Juga: Aleix Espargaro Bongkar Sensasi Motor MotoGP 850cc 2027: Lebih Liar, Ringan, dan Banyak Duel
Pembalap asal Italia itu mengaku kenangan masa kecilnya langsung teringat ketika melihat lautan penonton yang memenuhi tribun Mugello.
"Saya datang ke sini bersama ibu, kakek, dan adik saya untuk menonton Valentino Rossi dan para pembalap Italia lainnya. Saat melihat para penggemar hari ini, semua kenangan itu kembali muncul," katanya.
Bezzecchi juga mengungkapkan tekanan besar yang dirasakannya sejak awal pekan balapan. Dukungan luar biasa dari publik Italia justru membuat ekspektasi terhadap dirinya semakin tinggi.
Baca Juga: Tak Lagi di Mataram, Launching MotoGP 2026 Diboyong ke Jakarta
Menurut dia, dua lap terakhir menjadi momen paling sulit karena harus menjaga fokus di tengah sorak-sorai ribuan pendukung yang terus memberikan dukungan.
"Tekanan sudah sangat besar sejak Kamis. Saya benar-benar ingin memberikan kemenangan ini kepada para penggemar," ungkapnya.
Dalam balapan, Bezzecchi sempat terlibat duel sengit dengan rekan setimnya, Jorge Martin, serta Francesco Bagnaia. Ia memilih bersabar sambil menjaga kondisi ban depan sebelum akhirnya memanfaatkan momen untuk mengambil alih posisi terdepan.
"Saya melihat Jorge mulai tertinggal dan memutuskan menunggu waktu yang tepat. Ketika kesempatan datang, saya langsung menyerang dan setelah memimpin saya merasa sangat menyatu dengan motor," jelasnya.
Baca Juga: Pedro Acosta Menggila di Tes MotoGP Barcelona, Jorge Martin Crash dan Dilarikan ke Rumah Sakit
Berkat kemenangan di Mugello, Bezzecchi kini memperlebar keunggulan klasemen sementara MotoGP menjadi 17 poin atas Jorge Martin. Sementara Fabio Di Giannantonio berada di posisi ketiga dengan selisih 39 poin.
Momentum positif itu akan dibawanya ke Grand Prix Hungaria akhir pekan ini. Musim lalu, Bezzecchi mampu finis ketujuh pada Sprint Race dan meraih podium ketiga pada balapan utama.
Editor : Rury Anjas Andita