LombokPost – Veda Ega Pratama harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat pada Moto3 Belanda 2026. Saat peluang meraih poin terbuka lebar, pembalap muda Indonesia itu justru terjatuh pada Lap 8 dan gagal melihat bendera finis di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6).
Rookie Honda Team Asia tersebut sebenarnya tampil menjanjikan sepanjang akhir pekan. Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda langsung menyodok ke kelompok terdepan dan terlibat dalam perebutan posisi teratas.
Bahkan, pembalap bernomor #9 itu sempat memimpin balapan setelah berhasil melewati Max Quiles dan David Almansa. Penampilan agresif tersebut memperlihatkan bahwa Veda memiliki kecepatan untuk bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.
Baca Juga: Marc Marquez Perpanjang Kontrak di Ducati hingga 2028, Bidik Lebih Banyak Gelar MotoGP
Namun situasi berubah pada Lap 7. Kontak dengan Adrian Fernandez dan Jesus Rios membuat Veda kehilangan momentum hingga turun ke posisi ke-10.
Berusaha mengejar kembali rombongan depan, Veda justru kehilangan traksi ban belakang saat keluar dari Tikungan 3. Motornya mengalami lowside di Tikungan 4 sehingga ia gagal melanjutkan balapan.
Beruntung, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, itu tidak mengalami cedera serius.
Baca Juga: Resmi! MotoGP Group dan 11 Tim Sepakati Kontrak Baru hingga 2031, Era Baru MotoGP Dimulai pada 2027
"Saya benar-benar kecewa karena tidak bisa finis. Setelah menjalani akhir pekan yang sangat baik dan memiliki perasaan yang bagus dengan motor, hasil ini tentu sulit diterima," ujar Veda.
Meski pulang tanpa poin, Veda memilih melihat sisi positif dari performanya di Assen. Ia menilai kecepatannya sudah cukup kompetitif untuk bertarung di kelompok depan.
"Saya mampu bersaing dengan para pemimpin balapan, memperebutkan posisi terdepan, dan menunjukkan potensi saya," katanya.
Baca Juga: Presale 1 MotoGP Resmi Dibuka, Tiket Early Bird Sold Out
Veda juga mengakui kecelakaan tersebut merupakan kesalahannya sendiri. Karena itu, ia bertekad belajar dari pengalaman tersebut, terutama dalam mengelola situasi ketika bertarung di rombongan besar.
"Saya mungkin harus lebih cerdas selama balapan dan mengelola beberapa situasi dengan lebih baik. Kecelakaan itu juga merupakan kesalahan saya, jadi saya akan mengambil pelajaran dari hari ini," ungkapnya.
Meski kecewa gagal membawa pulang poin dari Assen, Veda memastikan semangatnya tidak luntur. Ia kini mengalihkan fokus untuk tampil lebih kuat pada putaran berikutnya di Sachsenring.
"Saya kecewa, tetapi saya tahu kami memiliki kecepatan dan kepercayaan diri. Saya akan kembali lebih kuat di Grand Prix Jerman," tegasnya.
Baca Juga: Pedro Acosta Gabung Ducati Lenovo Team, Duet dengan Marc Marquez pada MotoGP 2027-2028
Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda Ega Pratama untuk membayar kegagalan di Assen sekaligus kembali memburu poin pertamanya musim ini.
Editor : Rury Anjas Andita