Kepada GPOne, pembalap Ducati Francesco Bagnaia menunjukkan memar merah di lengan kirinya akibat 'tembakan' batu kerikil saat dia melaju kencang dengan motornya di lintasan Mandalika akhir pekan kemarin. Pembalap asal Italia itu menyebut batu itu menerjang dirinya dari aspal yang dilewati ban belakang pembalap yang ada di depannya.
“Saya berharap Mandalika bisa diaspal ulang sebelum menggelar balapan. Ketika Anda berada di belakang pembalap lain, Anda akan berulang kali merasakan terkena 'tembakan' batu-batu itu," ucap Bagnaia dilansir GPOne.
"Dan yang paling berisiko dan berbahaya adalah jika batu-batu itu menembus radiator," tambahnya.
Bagnaia bukan satu-satunya pembalap yang mengeluhkan hal itu. Juara dunia Fabio Quartararo pun demikian. Pembalap Monster Energy Yamaha itu mengatakan batu kecil menerjang lehernya saat berada di belakang Franco Morbidelli. Sementara pembalap VR46 Marco Bezzecchi menyebut kerikil berkali-kali menerjang kaca helmnya.
Rekan setim Bagnaia, Jack Miller, menyebut Mandalika butuh diaspal ulang terutama di area lintasan satu sampai tujuh. Dan dia sadar bahwa langkah itu hampir mustahil bisa dilakukan saat ini karena Mandalika dijadwalkan menjadi tuan rumah balapan kedua musim pada 20 Maret mendatang.
Menurut Miller, kemungkinan yang bakal terjadi adalah seperti di Austin, Texas, pada balapan GP Amerika Serikat (AS) musim lalu. Saat itu kondisi sirkuit COTA sangat bergelombang dan dianggap tidak layak oleh para pembalap. Namun, para pembalap akhirnya bersedia tetap tampil dengan syarat sirkuit tersebut segera berbenah dan akan diaspal ulang untuk menghadapi balapan musim selanjutnya.
Head of Safety MotoGP Franco Ucini mengakui pihaknya takut menggelar balapan di Mandalika jika kondisi lintasan sama seperti akhir pekan kemarin. Tes kemarin membuktikan Aspal Mandalika mudah terkelupas saat dilewati motor-motor MotoGP yang memiliki kekuatan mesin nyaris menyentuh 300 tenaga kuda.
"Kami sedang berbicara dengan semua pihak yang berwenang di sana (Mandalika) dan menjelaskan dengan tenang masalah yang sebenarnya terjadi. Memang benar ada batuan-batuan aspal yang terdegradasi. Terutama di tikungan satu sampai lima serta belokan terakhir. Namun kami harap dalam waktu tersisa kami dapat menemukan solusinya," ucap Ucini kepada GPOne. (irr/dra/JPG/r6) Editor : Administrator