Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Data Riil Sampah Mataram Hanya 210 Ton Per Hari

Administrator • Senin, 9 Mei 2022 | 23:13 WIB
SUDAH PENUH: Volume sampah di TPAR Kebon Kongok telah melebihi dari kapasitas daya tampung yang dimiliki. (Ivan/Lombok Post)
SUDAH PENUH: Volume sampah di TPAR Kebon Kongok telah melebihi dari kapasitas daya tampung yang dimiliki. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Peningkatan volume sampah pada Lebaran Ketupat tidak signifikan. Hanya terjadi pemindahan volume sampah ke tempat-tempat rekreasi, terutama di sepanjang pantai Kota Mataram.

“Penambahan volume sampah pada lebaran topat tidak banyak,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam pada Lombok Post, kemarin.

Diutarakan, penambahan volume sampah terjadi di tempat rekreasi, terutama di sepanjang pantai  Kota Mataram. Namun demikian pihaknya nanti akan melakukan gotong royong membersihkan sampah dari masyarakat yang merayakan lebaran topat tersebut.

Sementara untuk sampah di TPS sendiri kata Kemal, kemarin kondisinya nol. Seperti TPS 45 Karang Taliwang, TPS Kebon Talo sudah dibersihkan bersama petugas di lingkungan. “Petugas di lingkungan yang naikkan sendiri sampahnya ke armada,” ujar kemal.

Menurutnya, volume sampah 350 ton per hari di Kota Mataram berdasarkan asumsi saja. Dengan rata-data setiap rumah tangga menghasilkan sampah 0,70 kilogram. Tapi data riil sampah yang masuk ke TPS dan dibuang ke TPA Kebon Kongok dikisaran 190 sampai 210 ton per hari. “Saya rasa pada lebaran topat tidak ada peningkatan volume sampah. Hanya pindah lokasi saja ke tempat-tempat wisata,” ucapnya.

Ditanya soal banyak warga luar melakukan ziarah makam dan rekresai ke Kota Mataram meninggalkan sampah. Kemal mengatakan, persentasenya kecil. Tidak terlalu banyak. Justru dia menghawatirkan terjadinya hujan yang membawa sampah dari sungai menuju pantai. “Saya rasa setiap orang menghasilkan sampah. Sekalipun bayi ada sampah berupa pempers,” cetusnya.

Lebih jauh dijelaskan,  pada lebaran ketupat petugas kebersihan tetap masuk. Hanya saja pihaknya memberikan dispensasi  jam masuk agar bisa merayakan lebaran topat. Misalnya sebut dia, yang biasanya mulai menyapu di jalan pukul 06.00 Wita diberikan kelonggaran bisa menyapu usai salat subuh atau pukul 03.00 Wita.

“Tapi ini bukan petugas di jalan utama. Karena jalan utama ini harus terlihat bersih,” terangnya.

Lurah Monjok Timur Sumanto tidak menampik terjadi peningkatan volume sampah pada lebaran topat di kelurahan. Namun demikian dia melihat tidak ada penambahan sampah signifikan. Tidak ada laporan dari lingkungan ada sampah berserakan. “Pengangkutan sampah di kelurahan menggunakan TPS mobile tetap satu kali,” pungkasnya. (jay/r3)

  Editor : Administrator
#Sampah di Kota Mataram #TPA Kebon Kongok #Volume Sampah