Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polisi Bekuk Pendana Mesin Uang Palsu di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

nur cahaya • Selasa, 31 Desember 2024 | 19:16 WIB

 

AKBP Reonald T. Simanjuntak
AKBP Reonald T. Simanjuntak
 

LombokPost-Kasus uang palsu (upal) yang dicetak di perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) terus berkembang. Seorang pengusaha ternama di Sulawesi Selatan, Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), ditetapkan sebagai tersangka. Dia disebut-sebut sebagai orang yang mendanai pembelian bahan baku dan mendatangkan mesin cetak upal dari Tiongkok.

’’Status ASS sekarang sudah tersangka,’’ ujar Kapolres Gowa AKBP Reonald T. Simanjuntak, dilansir dari FAJAR (Jawa Pos Grup).

Dengan demikian, hingga akhir pekan sudah ada 18 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian, khusus ASS, polisi tidak menahannya. Sebab, ASS mengeluh sakit dan minta dirawat di rumah sakit.

’’Saat hendak dilakukan penahanan, kondisi kesehatannya drop. Berdasar pemeriksaan, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan prostat sehingga kami putuskan untuk melakukan pembantaran guna mendapatkan perawatan medis,” ujar Kapolres.

ASS saat ini dirawat di ruang inap RS Bhayangkara. ’’Saya sudah melihat langsung kondisinya. Ini adalah hak tersangka untuk mendapatkan perawatan medis dan kami menghormati hak tersebut,” tuturnya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (26/12) lalu ASS mendatangi Mapolres Gowa bersama penasihat hukumnya. Dia menjalani pemeriksaan terkait kasus upal di UINAM. ASS baru resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (28/12) malam.

Meski demikian, AKBP Reonald enggan menjelaskan lebih lanjut peran ASS dalam peredaran dan pencetakan upal. ’’Senin (hari ini, Red) akan dirilis langsung oleh Pak Kapolda saat konpres,’’ ujarnya.

Namun, dalam konferensi pers sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono sempat menyebut peran ASS. Menurut dia, ASS diduga membiayai pembelian bahan baku dan mesin pencetak upal.

Sebelum mendatangi perpustakaan UIN Alauddin Makassar, polisi memeriksa sebuah rumah di Jalan Sunu 3, Kota Makassar. Rumah tersebut milik ASS. Di rumah itulah diduga proses awal pencetakan upal berlangsung sebelum dipindah di UIN Alauddin Makassar.

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, ASS pernah terlibat dalam politik. Pada Pilkada 2024, dia sempat menjajal maju sebagai calon gubernur Sulsel. Namun, ambisi politiknya gagal karena tidak mendapat dukungan dari parpol. (sae/c7/oni/JPG/r5)

Editor : Redaksi Lombok Post
#universitas #makassar #upal #mesin cetak #palsu #uang #UINAM #sakit #gowa